
Nismedia.id - Pelatih kepala Persija Jakarta, Mauricio Souza coret Alan Cardoso dari daftar susunan pemain untuk putaran kedua kompetisi musim ini. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah tim pelatih melakukan evaluasi menyeluruh terkait performa dan kebutuhan taktik Macan Kemayoran. Bek berkebangsaan Brasil tersebut dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal sesuai ekspektasi.
Langkah Mauricio Souza coret Alan Cardoso bukan tanpa alasan yang kuat, terutama terkait masalah adaptasi sang pemain dengan gaya sepak bola Indonesia. Selain itu, kebangkitan performa pemain muda lokal di posisi yang sama membuat persaingan di sektor bek kiri semakin ketat. Situasi ini memaksa manajemen untuk melakukan penyesuaian komposisi pemain asing di BRI Super League 2025/26.
Masalah Adaptasi Dan Rekam Jejak
Souza menjelaskan bahwa faktor utama yang mendasari keputusannya adalah kesulitan Cardoso dalam menyesuaikan diri dengan ritme kompetisi. Meski memiliki kualitas, tidak semua pemain asing bisa langsung nyetel dengan iklim sepak bola tanah air. Hal ini menjadi pertimbangan krusial mengingat Persija butuh pemain yang siap tempur.
“Seperti yang sudah saya katakan, terkadang seorang pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan permainan dan kondisi yang ada,” ujar Souza, sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.net. Padahal, Souza mengaku sudah mengenal potensi Cardoso sejak lama. “Cardoso adalah pemain yang sudah saya kenal sejak masih sangat muda. Ia sempat membela tim nasional Brasil kelompok usia,” tambahnya.
Tersingkir Oleh Kilau Dony Tri Pamungkas
Selain faktor internal Cardoso, performa menawan Dony Tri Pamungkas menjadi alasan kuat lainnya. Sekembalinya dari tugas negara bersama Timnas Indonesia U-23, Dony menunjukkan grafik permainan yang meningkat pesat. Pemain muda tersebut perlahan namun pasti berhasil mengunci satu tempat di posisi starter, menggeser dominasi pemain asing.
“Ada beberapa kendala yang terjadi di sini, lalu Dony masuk dan tampil dengan sangat baik,” ungkap Souza. Pelatih asal Brasil itu menilai Dony memiliki keinginan kuat untuk bermain dan didukung oleh kualitas teknik yang mumpuni. Kepercayaan penuh dari pelatih membuat posisi Cardoso semakin terjepit di skuad utama.
Batasan Kuota Pemain Asing
Keputusan ini juga tidak lepas dari regulasi kompetisi mengenai batasan jumlah pemain asing. Dengan performa Dony yang mampu mengisi pos bek kiri dengan sangat baik, Persija memiliki opsi untuk mengalokasikan slot pemain asing ke posisi lain yang lebih membutuhkan.
“Karena itu, saya pikir Dony harus bermain. Ia adalah pemain yang ingin bermain. Saya sudah berbicara dengannya dan saya sangat percaya pada pemain ini,” tutur Souza memuji anak asuhnya. Pada akhirnya, kombinasi antara lambatnya adaptasi Cardoso dan regulasi kuota asing membuat Souza harus mengambil keputusan tegas demi keseimbangan tim.






