Alasan Pelatih Timnas Portugal Tarik Cristiano Ronaldo Saat Lawan Wales

Alasan Pelatih Timnas Portugal Tarik Cristiano Ronaldo Saat Lawan Wales
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, membeberkan alasan utamanya menarik keluar sang kapten, Cristiano Ronaldo, pada babak kedua laga UEFA Nations League 2026-2027. Keputusan strategis tersebut diambil meski Portugal sedang unggul 1-0 atas Wales di Stadion Jose Alvalade, Lisabon.

Jesus memilih memasukkan penyerang AC Milan, Goncalo Ramos, pada menit ke-68 untuk menggantikan posisi sang megabintang. Langkah penyesuaian taktik ini terbukti sukses menjaga keunggulan tipis tim tuan rumah hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertimbangan Taktis Pelatih Timnas Portugal Terhadap Cristiano Ronaldo

Keputusan rotasi pemain tersebut murni didasari oleh kebutuhan taktis tim di lapangan untuk menjaga intensitas tekanan. Jesus menilai barisan pertahanan membutuhkan tenaga segar guna meredam kebangkitan lawan pada sisa waktu pertandingan.

“Masih tersisa 25 menit, saya membutuhkan pemain segar untuk menekan lawan,” kata Jesus usai pertandingan seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com.

Meskipun Ramos dianggap tidak memiliki kualitas teknis setara sang kapten, keberadaannya memberikan kecepatan tambahan di garis depan. Kehadiran amunisi baru tersebut sangat membantu menekan lini belakang lawan hingga akhir pertandingan.

Banyak Peluang Terbuang dan Penundaan Rekor

Penarikan sang veteran terjadi setelah dirinya menyia-nyiakan sejumlah kesempatan emas di depan gawang lawan sepanjang laga. Tampil sebagai starter, penyerang Al Nassr tersebut mencatatkan tujuh percobaan tembakan tanpa ada yang membuahkan hasil.

Salah satu peluang terbaiknya sempat melahirkan gol pada awal babak kedua, tetapi terpaksa dianulir wasit karena posisi offside. Selain itu, sontekan jarak dekatnya juga melambung tinggi di atas mistar gawang Wales yang sudah kosong.

Catatan expected goals sang pemain yang mencapai 1,03 menunjukkan betapa banyaknya peluang matang yang didapatkan. Kegagalan mengonversi peluang ini membuat ambisinya untuk mengejar target gol ke-980 dalam karier profesionalnya harus tertunda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *