Andoni Iraola Pertanyakan Keputusan Wasit Terkait Pembatalan Penalti Liverpool Atas Brentford

Andoni Iraola Pertanyakan Keputusan Wasit Terkait Pembatalan Penalti Liverpool Atas Brentford
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mempertanyakan efektivitas intervensi VAR setelah timnya meraih kemenangan 1-2 atas Brentford dalam laga pekan ketujuh Premier League 2026-2027. Pertandingan sengit yang berlangsung di Gtech Community Stadium pada Sabtu (17/10/2026) tersebut diwarnai keputusan kontroversial wasit yang membatalkan hadiah penalti bagi kubu tamu. Hasil positif ini tetap membawa tim tamu mengamankan tiga poin berharga meski diwarnai dinamika intens sepanjang laga.

Selain diwarnai pembatalan penalti, laga tersebut juga diwarnai insiden dua kartu merah bagi tuan rumah serta cedera yang menimpa pemain tim tamu. Kemenangan skuad asuhan Iraola harus dibayar cukup mahal dengan keluarnya dua pilar utama di tengah jalannya pertandingan. Meski demikian, raihan poin penuh ini sangat krusial untuk menjaga posisi tim di papan atas klasemen sementara.

Sorotan Terhadap Intervensi VAR Dan Keputusan Wasit

Insiden berawal saat gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, dijatuhkan di dalam area terlarang oleh pemain Brentford, Dango Ouattara. Wasit yang memimpin laga awalnya langsung menunjuk titik putih untuk memberikan hadiah penalti kepada tim tamu. Namun, keputusan tersebut mendadak dianulir setelah sang pengadil lapangan meninjau ulang tayangan video di pinggir lapangan.

Juru taktik asal Spanyol itu menilai proses kontak terjadi setelah bola disentuh, sehingga perubahan keputusan dianggap tidak krusial. “Terkait situasi penalti, saya rasa itu bukan penalti. Saya rasa VAR tidak perlu mengintervensi karena ada sentuhan yang jelas setelahnya,” ujar Iraola seperti dikutip dari ESPN. Pernyataan tersebut menegaskan pandangannya bahwa penggunaan teknologi peninjau tidak seharusnya mengubah keputusan awal secara berlebihan.

Iraola bahkan membandingkan kejadian ini dengan situasi serupa yang dialami Nottingham Forest pada awal musim. Menurutnya, konsistensi penerapan aturan oleh perangkat pertandingan perlu dijaga agar tidak membingungkan para pelatih dan pemain. “Saya ingat Nottingham Forest di awal musim. Situasinya sangat mirip, ketika mereka mengatakan tidak akan campur tangan karena ada kontak. Saya pikir Dango datang untuk menyentuh bola, tetapi cara mereka menjelaskannya setelah pertandingan Forest persis seperti itu dan saya rasa VAR tidak perlu campur tangan,” tuturnya.

Badai Cedera Pemain Serta Respon Kubu Lawan

Kemenangan tipis tersebut harus dibayar mahal oleh kubu tim tamu akibat cedera yang dialami Dominic Szoboszlai dan Jeremie Frimpong. Szoboszlai terpaksa ditarik keluar pada babak pertama, sementara Frimpong yang baru masuk usai jeda hanya mampu bertahan selama lima menit di lapangan. Kondisi cedera kedua pemain tersebut diprediksi bakal membuat mereka absen membela tim dalam beberapa laga mendatang.

Iraola mengonfirmasi bahwa masalah yang dialami Szoboszlai merupakan kambuhnya cedera lama yang belum pulih sepenuhnya. Sementara itu, Frimpong mengalami masalah fisik baru yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut secara intensif. Kehilangan dua pilar penting ini menjadi tantangan berat bagi kedalaman skuad dalam menghadapi padatnya jadwal kompetisi.

Di sisi lain, pelatih Brentford, Keith Andrews, mengakui bahwa kartu merah yang diterima Yehor Yarmoliuk dan Vitaly Janelt sangat merugikan timnya. Petaka kartu merah pada babak pertama secara langsung mengubah dinamika permainan serta memberikan keuntungan besar bagi lawan. Tuan rumah yang sempat memimpin terlebih dahulu akhirnya gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Sumber: Kompas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *