Arsenal Gagal Juara Liga Champions Dan Cetak Rekor Memalukan Di Eropa

Arsenal Gagal Juara Liga Champions Dan Cetak Rekor Memalukan Di Eropa
Momen kekecewaan pemain Arsenal usai gagal Liga Champions. (cnnindonesia.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kekalahan tragis dari Paris Saint-Germain di babak final membuat Arsenal gagal juara Liga Champions musim 2025-2026. Bermain di Stadion Puskas Arena, skuad Meriam London harus menyerah lewat drama adu penalti dengan skor akhir 3-4 setelah bermain imbang 1-1.

Hasil minor tersebut membuat tim asuhan kompetisi antarklub elite Benua Biru resmi mencatat rekor baru yang buruk. Tim asal London Utara ini melengkapi kegagalan mereka di laga puncak setelah sebelumnya juga sempat kalah pada final musim 2006.

Daftar Rekor Buruk Arsenal Gagal Juara Liga Champions

Kekalahan ini menempatkan skuad Meriam London sebagai tim dengan jumlah penampilan terbanyak di kompetisi ini tanpa pernah sekalipun membawa pulang trofi. Fakta menyakitkan ini dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.

Klub yang bermarkas di Stadion Emirates tersebut tercatat telah memainkan total 226 pertandingan tanpa gelar. Mereka kini memimpin daftar peringkat buruk tersebut bersama beberapa klub besar Eropa lainnya, yaitu:

  • Atletico Madrid (192 pertandingan)
  • Dynamo Kyiv (184 pertandingan)
  • Galatasaray (169 pertandingan)
  • Olympiakos (166 pertandingan)

Selain itu, tim asal Inggris tersebut kini sejajar dengan Atletico Madrid, Stade de Reims, dan Valencia sebagai tim yang menembus laga final minimal dua kali tetapi selalu pulang dengan tangan hampa.

Pelepas Dahaga Di Kompetisi Domestik

Meskipun harus menanggung malu di level internasional, para pendukung setia klub setidaknya masih bisa sedikit bernapas lega. Skuad muda tersebut berhasil mengamankan gelar juara kompetisi domestik Liga Inggris atau Premier League pada musim yang sama.

Keberhasilan merengkuh trofi domestik tersebut menjadi obat pelipur lara sekaligus pelepas dahaga gelar juara bagi kubu London Utara sejak musim 2019-2020. Catatan positif di kompetisi lokal ini diharapkan mampu menjadi modal motivasi berharga untuk kembali mencoba peruntungan mereka pada musim depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *