
Nismedia.id - Manajemen Atletico Madrid melontarkan sindiran brutal melalui media sosial resmi klub setelah sang rival sekota mengajukan penawaran resmi untuk Julian Alvarez. Kubu Los Rojiblancos secara tegas menolak mentah-mentah proposal senilai 150 juta euro yang diajukan oleh Los Blancos.
Penolakan tersebut sekaligus menyanggah klaim sepihak sang tetangga yang menyatakan bahwa Atletico menyambut baik usulan transfer tersebut dengan rasa terima kasih. Perseteruan dua raksasa Liga Spanyol ini langsung memicu kehebohan besar di dunia maya.
Empat Poin Pembelaan Atletico Madrid Terkait Transfer Julian Alvarez
Kubu Los Rojiblancos merilis tanggapan resmi yang terbagi ke dalam empat poin utama untuk meluruskan situasi transfer sang penyerang. Mereka menuding rival sekotanya telah memotong rekaman video viral Paus demi kepentingan propaganda klub.
“Kalian memotong video Paus, di mana beliau berkata bahwa ia juga seorang fan Atleti,” tulis pernyataan resmi klub seperti dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.
Selain itu, pihak manajemen juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak berniat menjual sang pemain bintang ke klub manapun. Pihak klub mengklarifikasi bahwa penolakan sopan mereka didasari oleh etika bisnis murni.
“Kalian pasti telah bingung membedakan antara etika dan rasa terima kasih. Tapi biar tidak ada keraguan, kami tidak berterima kasih untuk apa pun kepada kalian,” lanjut pernyataan klub tersebut.
Ejekan Penutup Yang Menyeret Nama Barcelona
Pada poin pamungkas, Atletico melempar sindiran jenaka dengan membandingkan rivalitas mereka dengan tim Catalan. Manuver transfer yang dilakukan oleh Real Madrid kali ini dinilai jauh lebih menggelikan dibandingkan drama yang melibatkan Barcelona akhir-akhir ini.
“Bagaimana mungkin hubungan kita tidak akur, kalau kalian saja sukses membuat kami tertawa, bahkan jauh lebih lucu daripada Barcelona,” tulis Atletico menutup pengumuman kontroversial tersebut.
Kini masa depan sang penyerang timnas Argentina dipastikan tetap aman di bawah asuhan Diego Simeone. Manajemen menetapkan klausul pelepasan sang pemain dengan angka fantastis demi memagari aset berharga mereka.






