
Nismedia.id - Stadion Emirates bergemuruh menyambut derby London yang sangat dinanti, saat Arsenal menjamu Chelsea dalam lanjutan Premier League 2026-2027 pada Minggu, 6 September malam. Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim di awal musim, dengan tensi tinggi sejak peluit pertama berbunyi.
Chelsea langsung memberikan kejutan yang mengejutkan tuan rumah hanya dalam waktu 77 detik sejak pertandingan dimulai. Melalui serangan cepat dari sisi kanan, Jorrel Hato memberikan umpan matang kepada Morgan Rogers yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.
Arsenal hampir saja menyamakan kedudukan pada menit ke-13 melalui tendangan Riccardo Calafiori yang masuk ke gawang lawan, namun kegembiraan itu terhenti saat wasit memeriksa VAR. Setelah peninjauan singkat, gol tersebut dibatalkan karena terdeteksi posisi pemain berada dalam keadaan offside.
Situasi semakin memanas saat Joao Pedro dari Chelsea menerima kartu kuning pada menit ke-14 karena dinilai sengaja mengulur waktu saat melakukan tendangan gawang, memancing protes dari suporter tuan rumah. Ketegangan di lapangan terus meningkat seiring berjalannya waktu tanpa gol penyama kedudukan.
Pelatih Arsenal tampak bergerak gelisah di pinggir lapangan, memberikan aba-aba kepada para pemainnya untuk mempercepat tempo permainan dan lebih sering menyerang melalui sisi sayap. Sementara itu, pelatih Chelsea terlihat tenang, percaya diri dengan pertahanan yang disusun rapi oleh anak asuhnya.
Dikutip Nismedia.id dari akun resmi Instagram @arsenal, tekanan yang terus diberikan Arsenal akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25 saat situasi tercipta di depan gawang Chelsea. Declan Rice melihat pergerakan Kai Havertz yang lepas dari kawalan lawan, lalu mengirimkan umpan manis yang disambut dengan tendangan tepat sasaran ke sudut gawang.
Pertandingan berlangsung sengit di sisa babak pertama, dengan kedua tim saling serang namun belum mampu mencetak gol tambahan. Cole Palmer menerima teguran wasit setelah melakukan pelanggaran keras pada menit ke-45, yang memicu keributan kecil di tengah lapangan.
Memasuki babak kedua, Arsenal tampil lebih agresif dan bertekad membalikkan keadaan di hadapan pendukungnya sendiri. Perubahan pola permainan langsung terlihat, dengan pergerakan bola yang lebih cepat dan perpindahan posisi pemain yang dinamis.
Tekanan itu akhirnya berbuah manis pada menit ke-50 melalui aksi indah yang melibatkan Christos Tzolis dan kapten tim, Martin Ødegaard. Tzolis melepaskan umpan mendatar membelah pertahanan Chelsea, dan Ødegaard yang datang tepat waktu menyambutnya dengan tendangan tenang yang tak terjangkau kiper lawan.
Chelsea berusaha merespons dengan cepat setelah tertinggal, melakukan beberapa perubahan pemain guna menambah daya serang di lini depan. Namun pertahanan Arsenal tampil kokoh dan mampu menahan gelombang serangan lawan dengan disiplin tinggi.
Sisa waktu pertandingan berjalan dengan ketegangan yang tak kunjung surut, di mana Chelsea terus mendesak mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Setiap umpan dan tekel dipantau dengan ketat, dan wasit beberapa kali harus menghentikan laga akibat pelanggaran yang terjadi di berbagai sisi lapangan.
Peluit panjang wasit yang menandakan berakhirnya pertandingan disambut sorak sorai membahana di seluruh penjuru Stadion Emirates. Arsenal berhasil mempertahankan keunggulan hingga detik-detik terakhir dan membawa pulang kemenangan 2-1 dalam derby London yang penuh drama ini.






