
Nismedia.id - Timnas Bangladesh secara resmi mengamankan slot untuk berpartisipasi dalam gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan ini diambil setelah Timnas India memilih mengundurkan diri demi memenuhi agenda pertandingan persahabatan melawan Timnas Brasil.
Langkah pengunduran diri skuad India dimanfaatkan dengan cepat oleh pihak penyelenggara untuk mengundang Bangladesh sebagai tim pengganti. Kepastian keikutsertaan ini membawa angin segar bagi peta persaingan turnamen antarnegara kawasan Asia Tenggara tersebut.
Dua Alasan Utama Bangladesh Tampil Di FIFA ASEAN Cup 2026
Keputusan mengambil kesempatan ini didasari oleh dua pertimbangan strategis yang sangat menguntungkan tim nasional mereka. Selain mendapatkan lawan tanding berkualitas tinggi, partisipasi ini juga memberikan sokongan dana finansial serta fasilitas penuh selama kejuaraan berlangsung.
Seperti dikutip nismedia.id dari Skor.id, keikutsertaan ini dinilai lebih efektif dibandingkan rencana awal menggelar turnamen mini di Dhaka. Anggota Komite Eksekutif (Exco) Federasi Sepak Bola Bangladesh, Sayed Hasan Kanon, menegaskan bahwa ajang ini menjadi sarana persiapan ideal menuju Kejuaraan Asia Selatan pada November mendatang.
“Kami sepakat ikut FIFA ASEAN Cup sebagai bagian dari persiapan Timnas Bangladesh untuk Kejuaraan Asia Selatan, dengan Bangladesh akan melawan tim yang lebih baik daripada jika menggelar turnamen empat negara,” ujar Sayed Hasan Kanon.
“Selain itu, Bangladesh juga akan mendapatkan dana partisipasi sedangkan tuan rumah akan memberikan akomodasi dan transportasi, jadi ini opsi yang bagus bagi kami daripada harus menggelar turnamen empat negara di Dhaka,” tambahnya.
Dongkrak Popularitas Dan Peta Ranking FIFA
Kehadiran Bangladesh yang berada di peringkat 181 dunia per Juli 2026 dipastikan menambah daya tarik kompetisi. Posisi peringkat tersebut tercatat masih lebih unggul dibandingkan tim undangan lainnya yakni Pakistan yang berada di urutan 198 dunia.
Penunjukan negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh disinyalir sebagai langkah strategis induk organisasi sepak bola dunia. Dengan jumlah populasi mencapai 169 juta jiwa, keberadaan Bangladesh diharapkan mampu mendongkrak popularitas serta daya pikat penonton turnamen secara global.
Meskipun memiliki peringkat FIFA yang terbilang rendah, kedua tim undangan tersebut berhak langsung menempati divisi utama. Sementara itu, sejumlah negara pesaing seperti Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei, hingga Timor Leste harus berjuang melalui divisi pembuka.






