Bursa Pelatih Timnas Indonesia: John Herdman Menguat, Media Swiss Sebut PSSI Blunder

Bursa Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Menguat, Media Swiss Sebut PSSI Blunder
Potret John Herdman. (Sumber: bola.net)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kursi kepelatihan Timnas Indonesia yang kosong sejak Oktober lalu kini mulai menemui titik terang. Setelah memecat Patrick Kluivert akibat kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026, PSSI dikabarkan tengah serius mengunci nama John Herdman sebagai nahkoda baru bagi Skuad Garuda.

Nama John Herdman mencuat sebagai kandidat terkuat setelah menyingkirkan pesaingnya, Giovanni van Bronckhorst. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut dikabarkan lebih memprioritaskan Timnas Indonesia meskipun sempat mendapatkan tawaran dari negara lain seperti Honduras dan Jamaika. Sinyal kehadirannya pun semakin kuat menyusul rapat internal Exco PSSI yang digelar pada Kamis (18/12/2025) malam lalu.

Proses Pencarian dan Rekam Jejak Herdman

PSSI bergerak cepat mencari pengganti setelah rezim Patrick Kluivert berakhir dengan kekecewaan. Fokus utama federasi adalah mencari pelatih dengan pengalaman membawa tim nasional ke level dunia. John Herdman dianggap memenuhi kriteria tersebut karena keberhasilannya mengantar Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian langka bagi negara Amerika Utara tersebut saat format turnamen masih diikuti 32 tim.

Dikutip nismedia.id dari laman tvonenews.com, kesepakatan antara PSSI dan Herdman dikabarkan tinggal menunggu waktu. Reputasi Herdman yang mampu mengangkat derajat tim “underdog” menjadi daya tarik utama bagi publik sepak bola tanah air. Namun, di tengah optimisme yang mulai terbangun, kritik tajam justru datang dari Eropa yang meragukan apakah Herdman adalah sosok yang benar-benar dibutuhkan oleh Indonesia saat ini.

Kritik Pedas Media Swiss Terhadap Keputusan PSSI

Media asal Swiss, The International Window, melalui akun media sosial mereka, memberikan penilaian yang cukup miring terkait bursa pelatih ini. Menurut mereka, PSSI sedang mengulangi kesalahan yang sama seperti saat menunjuk Kluivert. Mereka menilai penunjukan Herdman bukanlah sebuah peningkatan (upgrade) yang signifikan bagi kualitas taktik Skuad Garuda di level Asia.

Kritik tersebut menyoroti bahwa Herdman lebih menonjol sebagai seorang motivator hebat daripada seorang ahli taktik murni. Selain itu, hambatan bahasa dan perbedaan budaya dianggap akan menjadi ganjalan besar bagi mantan pelatih Kanada tersebut. Media tersebut meragukan kemampuan Herdman untuk membawa Indonesia bersaing di papan atas Asia, mengingat tantangan teknis yang jauh berbeda dengan zona CONCACAF yang pernah ia tangani sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *