
Nismedia.id - Peta persaingan pembalap untuk musim mendatang mulai memanas dengan kabar mengejutkan dari bursa transfer MotoGP. Tim pabrikan Yamaha dilaporkan tengah menyelesaikan tahap akhir negosiasi kontrak berdurasi dua tahun dengan pembalap berbakat, Jorge Martin. Langkah agresif ini diambil pabrikan Iwata untuk mengisi kekosongan pembalap utama setelah Fabio Quartararo dipastikan hengkang.
Keputusan besar ini mencuat tak lama setelah beredar kabar bahwa Quartararo memilih untuk merapat ke tim pabrikan Honda akibat ketegangan yang terjadi dengan manajemen Yamaha. Kedatangan Martin diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengembangan motor YZR-M1 yang tengah berjuang untuk kembali kompetitif di barisan depan. Skenario perpindahan ini menjadi sorotan utama mengingat status kedua pembalap sebagai juara dunia.
Absen Tes Sepang Akibat Cedera
Meski pembicaraan kontrak berjalan mulus, kondisi fisik Jorge Martin saat ini justru sedang tidak ideal jelang bergulirnya musim kompetisi. Pembalap berusia 28 tahun tersebut dipastikan absen dalam agenda penting test pramusim di Sepang, Malaysia. Martin masih harus menjalani masa pemulihan intensif pasca melakukan dua kali operasi di musim dingin ini.
Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Ligaolahraga.com, cedera yang dialami Martin merupakan dampak panjang dari insiden kecelakaan di seri MotoGP Jepang musim lalu. Akibatnya, ia kehilangan banyak waktu berharga untuk beradaptasi dengan motor RS-GP milik Aprilia. Posisi Martin di lintasan selama tes Sepang nantinya akan digantikan oleh test rider Lorenzo Savadori yang akan berkolaborasi dengan Marco Bezzecchi.
Adaptasi Dengan Tiga Pabrikan Berbeda
Keputusan Martin untuk menerima pinangan Yamaha akan menambah catatan unik dalam perjalanan karirnya di kelas utama. Jika kontrak ini resmi ditandatangani, Martin akan mengendarai motor dari tiga pabrikan berbeda hanya dalam kurun waktu empat musim terakhir. Ia sebelumnya membela Pramac Ducati hingga 2024, kemudian menunggangi Aprilia pada musim 2025 dan 2026.
Pola pergantian tim yang cepat ini tentu membawa tantangan tersendiri bagi proses adaptasi sang pembalap. Kendati tidak bisa turun ke lintasan, Martin dijadwalkan tetap terbang ke Malaysia pada 6-7 Februari mendatang. Kehadirannya di sana bertujuan untuk memantau jalannya tes sekaligus menghadiri acara peluncuran tim, sembari menunggu kepastian nasib rekan setimnya, Alex Rins, yang posisinya kian terancam jika tidak segera menunjukkan peningkatan performa.






