Carlo Ancelotti Tegaskan Pentingnya Raphinha dan Vinicius Junior di Era Baru Timnas Brasil

Carlo Ancelotti Tegaskan Pentingnya Raphinha dan Vinicius Junior di Era Baru Timnas Brasil
Potret Vinicius Junior dan Raphinha yang dipercaya Carlo Ancelotti (Instagram: @ueslei_photos)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti menegaskan peran krusial Raphinha dan Vinicius Junior meskipun keduanya sedang berada di fase yang berbeda di klub masing-masing. Pernyataan ini disampaikan menjelang laga persahabatan internasional melawan Australia yang digelar di Brisbane.

Pertandingan ini sekaligus menjadi langkah awal Brasil membangun kembali skuad menuju Copa América 2028 dan Piala Dunia FIFA 2030. Jendela pertandingan internasional September dan Oktober ini menjadi momen pertama bagi Brasil sejak tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Norwegia yang diperkuat Erling Haaland.

Kekalahan tersebut bukan sekadar penampilan terburuk Brasil sejak Piala Dunia Italia 1990, melainkan memastikan penantian gelar keenam akan berlangsung setidaknya selama 28 tahun. Ini merupakan masa kekeringan gelar terpanjang yang dialami negara itu sejak pertama kali mengangkat trofi pada tahun 1958.

Setelah resmi menandatangani kontrak baru hingga tahun 2030 pada Mei lalu, Carlo Ancelotti membawa skuad campuran berisi pemain muda dan bintang berpengalaman ke Australia. Proses pembentukan generasi baru ini harus berjalan tanpa kehadiran penyerang Chelsea, Joao Pedro yang terpaksa absen akibat cedera. Tantangan yang dihadapi Ancelotti tidaklah ringan, namun ia tetap optimis menemukan wajah baru yang mampu bersaing di level tertinggi.

Carlo Ancelotti memperkirakan Australia akan memberikan perlawanan yang tangguh, kompak, dan terorganisir dengan baik. Sosoknya juga tidak ingin menganggap pertandingan ini sekedar laga persahabatan melainkan laga penting.

“Sulit untuk mengatakan ini pertandingan persahabatan. Bagi Brasil, ini tidak akan pernah menjadi pertandingan persahabatan,” kata Ancelotti. Ini akan menjadi pertandingan penting. Musim baru, kami memiliki tujuan untuk menemukan pemain baru, untuk menemukan generasi pemain baru untuk Piala Dunia dan Copa América. Dan kami memulainya di pertandingan besok,” katanya Dikutip Nismedia.id dari media ESPN.

Carlo Ancelotti juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan Australia di Piala Dunia 2026 yang lalu. Ia menyadari bahwa lawan yang akan dihadapi bukanlah tim yang bisa diremehkan begitu saja meskipun sepak bola bukanlah olahraga nomor satu di negara tersebut.

“Saya tahu bahwa sepak bola di Australia bukanlah olahraga terbesar. Tetapi mereka tampil sangat baik di Piala Dunia, dan Tony Popovic, pelatih Australia, melakukan pekerjaan yang fantastis,” ujarnya.

Pelatih Timnas Brasil ini juga menyoroti penampilan Timnas Australia dalam laga persahabatan yang terlihat maksimal. Dimana tampil terorganisir dan kompak. Bahkan saat melawan Mesir mereka kalah dalam adu penalti.

“Dia mengorganisir tim yang fantastis, sangat kompak, kuat dalam bertahan, dengan serangan balik yang fantastis. Mereka memenangkan pertandingan yang fantastis melawan Turki, kemudian kalah adu penalti melawan Mesir. Saya pikir dalam sepak bola modern, tidak ada pertandingan yang mudah. Anda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan, Anda harus menghormati lawan dan melakukan yang terbaik,” jelasnya.

Menjelang laga tersebut, Carlo Ancelotti mengindikasikan susunan pemain yang akan diturunkan melawan Australia. Hugo Souza, Matheuzinho, Marquinhos, Vitor Reis, Douglas Santos, Danilo, Bruno Guimarães, Estêvão, Raphinha, Endrick, dan Vinicius Junior akan menjadi kesebelasan utama yang berlaga malam itu. Pemilihan ini menunjukkan bahwa dua pemain sayap andalan itu tetap menjadi tumpuan utama di skuad Seleção.

Pertemuan ini juga menjadi momen pertemuan kembali antara Carlo Ancelotti dengan mantan muridnya, Tony Popovic yang kini memegang kendali tim nasional Australia. Popovic memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap sosok pelatih berpengalaman itu dan pernah mengamati metode kepelatihannya di beberapa klub besar Eropa.

“Saya baru saja mendalami dunia kepelatihan dan memahaminya, dan saya melihat bahwa ada standar elit dan para pemainnya juga elit, seorang manajer yang sangat jelas tentang apa yang ingin dia lakukan, dan sangat terukur, sangat tenang,” kata Popovic kepada ESPN.

Bagi Ancelotti, kunjungan ke Australia ini bukan sekadar urusan taktik dan hasil pertandingan, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju kebangkitan sepak bola Brasil. Dengan Raphinha dan Vinicius Junior sebagai pilar utama, ia percaya bahwa proses membangun tim baru ini akan menghasilkan tim yang lebih kuat, lebih solid, dan siap bersaing meraih gelar juara dunia kelima kalinya pada tahun 2030 mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *