
Nismedia.id - Manchester United tampil memukau di kandang sendiri saat menjamu Sabah FK pada laga perdana UCL 2026-2027. Bermain penuh percaya diri sejak peluit awal, skuad The Red Devils langsung mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan lawan tanpa memberi ruang bernapas.
Tekanan yang diberikan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Matheus Cunha berhasil memecahkan kebuntuan dengan memanfaatkan umpan manis dari Patrick Dorgu yang menembus pertahanan lawan. Gol itu sekaligus menjadi penenang sekaligus pengantar bagi dominasi penuh tuan rumah sepanjang sisa babak pertama.
Belum genap 15 menit setelah gol pembuka, Manchester United kembali melipatgandakan keunggulannya. Bruno Fernandes mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42, menyempurnakan umpan akurat dari Youri Tielemans dengan tendangan yang tak terjangkau kiper Sabah FK.
Dikutip Nismedia.id dari Instagram @manutd, keunggulan bertambah menjadi tiga gol tepat sebelum turun minum. Benjamin Šeško mencetak gol ketiga pada menit ke-45, menyambut umpan silang Bryan Mbeumo dengan tandukan keras yang menggetarkan jaring lawan.
Memasuki babak kedua, Sabah FK berusaha memperbaiki permainan dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Namun upaya itu belum mampu mengubah peta pertandingan secara signifikan, karena Manchester United masih sangat dominan di setiap lini.
Kemenangan semakin kokoh saat Lisandro Martínez menutup deretan gol pada menit ke-68, menyempurnakan serangan balik yang cepat dan teratur. Gol itu membuat skor menjadi 4-0 dan memastikan tiga poin penuh berada di tangan Manchester United tanpa hambatan berarti.
Kini Manchester United menempati posisi yang menguntungkan di klasemen sementara grup. Kepercayaan diri para pemain tampak meningkat tajam, dan suasana di dalam tim terlihat harmonis serta penuh harapan. Dukungan dari para suporter juga menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh di kompetisi paling bergengsi Eropa ini.
Langkah selanjutnya bagi Manchester United adalah mempertahankan standar tinggi ini saat menghadapi lawan berikutnya di laga tandang. Semua mata tertuju pada bagaimana tim mampu menjaga momentum positif ini di tengah jadwal pertandingan yang padat dan menuntut fisik serta mental yang kuat.






