
Nismedia.id - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menyatakan kesiapannya untuk melakoni penampilan perdana di Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang. Pemain berusia 21 tahun tersebut langsung membidik target medali emas pada nomor beregu putra serta siap memberikan kejutan di nomor perorangan.
Atlet peringkat 11 dunia versi BWF itu menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan fisik, mental, dan pikiran telah dijalani secara intensif. Langkah ini diambil demi membawa nama harum skuad Merah Putih di panggung olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Persiapan Maksimal Alwi Farhan Di Asian Games 2026
Pebulu tangkis asal Surakarta tersebut mengungkapkan bahwa seluruh sesi latihan menjelang keberangkatannya telah berjalan sangat baik dan terukur, seperti dikutip nismedia.id dari Okezone. Alwi menyadari betul tingkat persaingan tinggi di level benua, sehingga dirinya memilih untuk memacu kemampuan fisik dan mental secara maksimal setiap hari.
“Semuanya sakral bagi saya dan bagi semuanya karena kita sangat amat berambisi untuk mencapai target. Saya selalu nge-push diri saya to the limit setiap harinya,” ujar Alwi.
Selain mematangkan performa teknis di lapangan, Alwi juga memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa demi meraih hasil tertinggi. Ia memandang kesempatan membela negara dalam ajang multievent bergengsi ini sebagai sebuah amanah istimewa yang tidak boleh disia-siakan.
Peluang Terbuka Dan Ambisi Meraih Medali
Persaingan di sektor tunggal putra Asia dinilai sangat merata dan sulit diprediksi oleh pemain muda Merah Putih ini. Menurutnya, peta kekuatan yang terbuka lebar membuat setiap kontestan memiliki peluang yang sama untuk menyabet gelar juara.
“Di sektor ini semuanya bisa memberikan kejutan, baik yang di atas maupun di bawah. Jadi tidak menutup kemungkinan siapa pun bisa meraih gelar juara kalau dari dirinya sendiri memang siap dan matang dari segi mental,” tutur Alwi.
Menjelang ajang yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut, Alwi turut memohon doa serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia. Kehadiran amunisi moral dari publik Tanah Air diyakini bakal membakar semangat juang para atlet yang bertanding di Jepang.






