Diserang AFC, CONCACAF, dan UEFA, Tiga Turnamen Resmi FIFA Terancam Terhenti

Diserang AFC, CONCACAF, dan UEFA, Tiga Turnamen Resmi FIFA Terancam Terhenti
Ilustrasi turnamen FIFA yang terancam terhenti (Instagram: @fifawomensworldcup)
Promo Allegiant

Nismedia.id - AFC, CONCACAF, dan UEFA secara bersama-sama melayangkan surat terbuka yang berisi kecaman tajam terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pihak FIFA belakangan ini. Pernyataan bersama ini bisa membuat pelaksanaan turnamen yang akan datang terancam.

Tidak hanya berhenti pada kecaman, ketiga konfederasi tersebut juga memperingatkan bahwa tiga turnamen resmi yang berada di bawah naungan FIFA berpotensi mengalami gangguan pelaksanaan. Tiga ajang yang dimaksud adalah Piala Dunia Wanita U-20, Piala Dunia Wanita U-17, dan Piala Dunia U-17 tahun 2026 mendatang.

Piala Dunia Wanita U-20 2026 yang diikuti 14 anggota ketiga konfederasi itu diagendakan pada 5 sampai 27 September mendatang di Polandia. Sementara di Piala Dunia Wanita U17 ada 13 slot dari konfederasi terkait. Serta di Piala Dunia U17 ada 28 negara dari UEFA, AFC, dan CONCACAF yang berpartisipasi.

Surat terbuka yang ditandatangani bersama oleh pimpinan ketiga konfederasi ini disampaikan dengan nada tegas namun tetap mengedepankan kepentingan bersama. Mereka menyatakan bahwa sepak bola bukanlah milik satu orang atau satu lembaga saja, melainkan milik para pemain, penggemar, klub, dan setiap asosiasi yang mempercayai masa depan olahraga tersebut.

Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram @concacaf, surat terbuka tersebut ditujukan kepada seluruh keluarga besar sepak bola dunia dan ditandatangani oleh Salman bin Ibrahim Al Khalifa selaku Presiden AFC, Victor Montagliani selaku Presiden CONCACAF, serta Aleksander Ceferin selaku Presiden UEFA.

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa kemajuan sepak bola selama sepuluh tahun terakhir bukanlah hasil kerja satu individu semata, melainkan hasil kerja sama seluruh pihak yang tergabung di dalamnya. Perluasan turnamen, penentuan tuan rumah Piala Dunia 2030 dan 2034, serta pembagian keuntungan adalah keputusan yang diambil bersama dan harus dihormati bersama.

Ketiga konfederasi menegaskan bahwa permasalahan ini sama sekali bukan soal uang atau pembagian keuntungan. Mereka justru menyerukan agar cadangan dana FIFA yang sangat besar didistribusikan dengan lebih bertanggung jawab untuk memperkuat pengembangan sepak bola di setiap negara anggota.

Menurut mereka, permasalahan intinya adalah integritas permainan dan para pemimpin yang dipercaya untuk menjaganya. Kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah bentuk kepemilikan atau kekuasaan mutlak, melainkan sebuah tugas dan kewajiban untuk melayani keluarga sepak bola dunia.

Secara khusus, surat ini menyoroti pertemuan kepemimpinan FIFA yang berlangsung di Maroko. Pada pertemuan tersebut hanya terdapat satu pejabat terpilih yang hadir, sementara seluruh anggota Dewan FIFA maupun perwakilan asosiasi negara sama sekali tidak diundang. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan dan perwakilan yang sah.

Langkah FIFA yang menyusun proposal penting dalam waktu sangat singkat tanpa melalui konsultasi yang layak juga mendapat kecaman keras. Proposal penjualan saham Piala Dunia disebut sebagai kegagalan penilaian yang sangat mendalam dan dianggap sebagai pelanggaran kepercayaan yang mendasar terhadap lembaga-lembaga terkait.

Ketiga konfederasi juga menolak rencana peninjauan yang akan dilakukan oleh pihak FIFA sendiri. Mereka menuntut agar pemeriksaan terhadap peristiwa ini dilakukan oleh pihak ketiga yang sepenuhnya independen, bukan oleh staf atau lembaga yang masih berada di bawah naungan FIFA.

Perilaku pemimpin FIFA yang dianggap menempatkan diri di atas lembaga dan keluarga sepak bola dunia pun dikritik tajam. Terbukti pula terdapat keheningan di tempat di mana seharusnya ada pertanggungjawaban, serta jarak dimana seharusnya terdapat keterbukaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *