DPMM FC Tunda Laga Piala FA Malaysia Akibat Kabut Asap Karhutla di Pulau Borneo

DPMM FC Tunda Laga Piala FA Malaysia Akibat Kabut Asap Karhutla di Pulau Borneo
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan babak 16 besar Piala FA Malaysia 2026/2027 yang mempertemukan DPMM FC melawan Terengganu FC resmi ditunda. Keputusan berat tersebut diambil akibat pekatnya kabut asap bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Pulau Borneo.

Laga yang sedianya digelar di Hassanal Bolkiah National Stadium pada Selasa (1/9/2026) tersebut terpaksa dibatalkan demi menjaga kesehatan. Langkah ini ditempuh penyelenggara untuk melindungi kondisi fisik skuad yang dihuni bek asal Indonesia, Muhammad Toha, agar tetap dapat berjuang maksimal di laga mendatang.

Prioritas Keselamatan Pemain dan Kebijakan Tiket Piala FA Malaysia

Manajemen klub Brunei Darussalam tersebut menegaskan bahwa perlindungan terhadap seluruh komponen tim menjadi alasan utama pembatalan laga, dikutip nismedia.id dari Bola.com. Buruknya kualitas udara di area stadion dinilai sangat membahayakan keselamatan para atlet yang bertanding di lapangan.

“Pertandingan babak 16 besar Piala FA malam ini melawan Terengganu FC ditunda karena kondisi kabut asap saat ini dan kekhawatiran terkait kualitas udara,” tulis pernyataan resmi klub.

Pihak klub juga memastikan bahwa para pendukung yang telah mengamankan tiket pertandingan tidak perlu merasa dirugikan. Tiket yang sudah dibeli dapat digunakan secara langsung untuk menyaksikan duel seru kontra Johor Darul Ta’zim pada jadwal berikutnya.

Sebaran Kabut Asap Karhutla Mengancam Wilayah Regional

Lonjakan titik panas akibat kebakaran lahan di Pulau Kalimantan dilaporkan terus meluas hingga menyeberang ke wilayah Brunei Darussalam dan Malaysia. Konsentrasi titik api terbesar terdeteksi berada di kawasan Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat yang memicu paparan asap tebal.

“Kesehatan dan keselamatan para pemain, official, staf, serta suporter tetap menjadi prioritas utama kami,” tambah rilis klub.

Penundaan agenda olahraga di tingkat regional ini diharapkan memberikan waktu bagi otoritas setempat untuk menanggulangi dampak bencana ekologis tersebut. Manajemen tim terus memantau perkembangan situasi lingkungan sebelum mengumumkan tanggal pasti penyelenggaraan laga susulan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *