
Nismedia.id - Fenerbahce hanya mampu menahan imbang AS Roma dengan skor 1-1 di Istanbul pada laga pertama fase Liga UCL 2026-2027. Hasil ini pun membuat pendukung tuan rumah kecewa lantaran mereka berharap meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, suasana berubah menjadi tidak biasa di ruang pers. Pelatih kepala Fenerbahce, Ismail Kartal menyatakan bahwa dirinya tidak akan lagi memimpin tim ke depan dan memilih untuk meletakkan jabatannya saat itu juga.
“Saya mundur malam ini untuk membuka jalan klub. Tidak akan pernah kembali,” ujar Ismail Kartal dikutip Nismedia.id dari Twitter @beINSPORTS_TR.
Kabar pengunduran diri pelatih kepala Fenerbahçe ini memicu reaksi beragam, mulai dari keterkejutan hingga spekulasi mengenai penyebab sebenarnya di balik langkah tersebut. Keputusan tersebut segera disusul oleh tanggapan resmi Aziz Yıldırım.
Presiden Fenerbahce langsung mengambil langkah tegas guna meredam kegelisahan yang muncul di kalangan pendukung maupun pihak internal klub. Ia menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri itu belum tentu berlaku.
“Mundurnya ditolak. Ismail Kartal tetap pelatih. Dia tidak boleh pergi sebelum saya pergi,” tegas Yıldırım dalam pernyataan.
Aziz Yıldırım kemudian menjelaskan alasan di balik keputusan Kartal yang disebutnya didorong oleh tekanan yang sangat berat selama ini. Menurutnya, sang pelatih merasa terbebani oleh serangan kritik yang terus-menerus datang dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar lingkungan klub.
Presiden juga mengungkapkan adanya insiden yang memperburuk suasana hati pelatih tepat saat pertandingan berlangsung. Sebuah benda berupa botol dikatakan dilemparkan ke arah Kartal hingga mengenai kepalanya di pinggir lapangan.
Kombinasi antara tekanan psikologis yang terus menumpuk dan perlakuan tidak menyenangkan di lapangan diduga menjadi pemicu utama keputusan tersebut. Aziz Yıldırım menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan insiden semacam itu menjadi alasan kepergian pelatih yang dinilai masih mampu memimpin tim.
Hingga saat ini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan lebih lanjut mengenai status keanggotaan pelatih di lingkungan klub. Ismail Kartal sendiri belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait penolakan yang disampaikan oleh presiden.






