
Nismedia.id - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero, baru saja memberikan pandangannya mengenai persaingan ketat di jalur juara Serie A musim ini. Pemain yang kini membela Cremonese tersebut masih menjagokan mantan klubnya sebagai kandidat terkuat untuk meraih trofi. Meskipun baru saja menelan hasil pahit, Emil Audero tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lawan yang dihadapinya di lapangan.
Pengalaman kurang menyenangkan harus dirasakan Emil Audero saat timnya dibantai lima gol tanpa balas oleh Si Nyonya Tua di Allianz Stadium. Kekalahan telak ini menjadi dasar bagi sang kiper untuk menilai sejauh mana kekuatan para pesaing di papan atas klasemen. Emil Audero percaya bahwa performa impresif dari sang lawan akan membawa dampak besar bagi peta persaingan hingga akhir musim nanti.
Pengakuan Emil Audero Soal Kualitas Juventus
Setelah merasakan langsung gempuran lini serang lawan, kiper berusia 28 tahun itu mengaku sangat terkesan dengan intensitas permainan tim asuhan Luciano Spalletti. Dikutip nismedia.id dari bola.com, ia menyebut bahwa sangat mudah untuk menempatkan mereka sebagai kandidat peraih Scudetto. Menurut Emil Audero, suasana ruang ganti yang keras dan penting di masa lalu telah memberinya banyak pelajaran berharga selama berkarier di Italia.
Ia merasa tim asal Turin tersebut kini memiliki level permainan yang berbeda dibandingkan awal musim lalu. Kehadiran pelatih baru terbukti memberikan pengaruh positif bagi stabilitas permainan tim yang sempat tampil inkonsisten. Baginya, intensitas yang ditunjukkan mantan timnya itu menjadi alasan utama mengapa mereka layak diperhitungkan dalam perebutan gelar.
Reuni Pahit Sang Kiper di Allianz Stadium
Laga tersebut memang menjadi momen emosional karena ia merupakan produk asli primavera milik Bianconeri sebelum melanglang buana ke berbagai klub. Namun, reuni kali ini berakhir cukup tragis setelah gawang yang dijaga Emil Audero bobol oleh aksi Gleison Bremer, Jonathan David, hingga Kenan Yildiz. Berdasarkan laporan Bola.com, kekalahan ini membuat Cremonese masih tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara Serie A.
Meskipun gagal membendung gelombang serangan lawan, pengalaman tersebut tidak melunturkan rasa hormatnya terhadap klub yang membesarkan namanya. Ia menyadari bahwa kekalahan telak tersebut adalah bagian dari proses belajar bagi timnya yang sedang berjuang di papan tengah. Fokus utama kini adalah bangkit dari keterpurukan dan memperbaiki performa di laga-laga selanjutnya.
Fokus Kebangkitan Cremonese Menjauhi Zona Merah
Tugas berat kini menanti di depan mata untuk membawa Cremonese kembali ke jalur kemenangan demi menjauhi ancaman degradasi. Penjaga gawang kelahiran Mataram itu meminta rekan-rekannya untuk segera melupakan hasil buruk di Turin dan fokus menatap laga kontra Hellas Verona. Merujuk keterangan dari situs resmi Cremonese, Emil Audero menegaskan pentingnya menjaga ketenangan demi meraih poin penuh di kandang sendiri.
Kemenangan dalam laga berikutnya menjadi harga mati agar posisi tim tidak semakin merosot ke papan bawah. Ia optimistis bahwa dengan persiapan yang matang dan mentalitas yang kuat, tim berjulukan I Grigiorossi mampu mengulangi kesuksesan di paruh pertama musim. Fokus pada detail kecil dalam pertandingan disebutnya sebagai kunci untuk mengamankan poin krusial minggu depan.






