
Nismedia.id - Laga lanjutan Serie A Italia antara Cremonese melawan Inter Milan diwarnai insiden memalukan yang menimpa Emil Audero. Kiper berdarah Indonesia tersebut menjadi korban pelemparan suar atau flare yang dilakukan oleh oknum pendukung tim tamu pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Akibat kejadian berbahaya ini, wasit terpaksa menghentikan pertandingan sementara waktu demi memastikan keselamatan pemain.
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, langsung bereaksi keras atas tindakan tidak terpuji yang melukai Emil Audero tersebut. Ia menyebut aksi pelemparan itu sangat tidak masuk akal dan mencederai nilai-nilai sportivitas yang selama ini dijunjung tinggi. Marotta juga menyampaikan rasa simpati mendalam kepada sang penjaga gawang yang sejatinya pernah berseragam Nerazzurri pada musim 2023-2024.
Kronologi Pelemparan Di Giovanni Zini
Insiden bermula pada awal babak kedua ketika pertandingan sedang berlangsung di area tengah lapangan Stadion Giovanni Zini. Tanpa diduga, sebuah suar melayang dari tribun pendukung Inter Milan dan mendarat tepat mengenai Emil Audero yang sedang bersiap di kotak penalti. Kiper berusia 29 tahun itu langsung terjatuh dan berguling kesakitan, membuat tim medis segera bergegas masuk ke lapangan.
Dikutip nismedia.id dari Skor.id, Audero mengalami luka pada bagian kaki kanan akibat hantaman benda panas tersebut. Selain itu, ia juga sempat mengeluhkan adanya gangguan pendengaran pada telinga kanannya kepada staf medis. Meski dalam kondisi syok dan terluka, Audero menunjukkan mentalitas baja dengan bangkit dan melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan intensif selama kurang lebih tiga menit.
Kecaman Keras Giuseppe Marotta
Petinggi Inter Milan tidak tinggal diam melihat ulah suporternya sendiri yang membahayakan lawan. Giuseppe Marotta menegaskan bahwa tindakan tersebut sepenuhnya bertentangan dengan semangat olahraga. Ia memastikan klub akan mendukung pihak berwenang untuk mengusut tuntas pelaku pelemparan tersebut.
“Saya dengan tegas mengecam apa yang terjadi hari ini. Ini adalah tindakan yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas yang selalu kami junjung,” tegas Marotta.
Di sisi lain, Marotta memberikan apresiasi tinggi terhadap profesionalisme Emil Audero. Meski menjadi korban serangan fisik, sang kiper tetap mampu menyelesaikan tugasnya menjaga gawang Cremonese hingga peluit panjang berbunyi. Saat insiden terjadi, Inter Milan sendiri sedang unggul 0-2 dan pelatih Cristian Chivu sempat terlihat menenangkan massa agar laga bisa dilanjutkan dengan kondusif.






