Evaluasi IFAB Atas Insiden Kartu Merah Breel Embolo Di Piala Dunia 2026

Evaluasi IFAB Atas Insiden Kartu Merah Breel Embolo Di Piala Dunia 2026
Promo Allegiant

Nismedia.id - Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akhirnya angkat bicara mengenai insiden kontroversial Kartu Merah Breel Embolo pada laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss. Badan pengatur aturan sepak bola tersebut mengakui adanya kekeliruan dalam penerapan prosedur peninjauan ulang rekaman video di lapangan.

Keputusan wasit yang mengusir penyerang Swiss tersebut dinilai tidak sesuai dengan aturan protokol penggunaan teknologi bantuan visual. Peristiwa di Stadion Kansas City itu pun menjadi bahan evaluasi serious guna perbaikan tatanan perwasitan pada masa mendatang.

Pernyataan Resmi IFAB Soal Kartu Merah Breel Embolo

Dalam rilis resminya, otoritas terkait menegaskan bahwa teknologi peninjau tidak memiliki wewenang untuk memberikan hukuman kartu kepada pemain yang bukan menjadi objek utama peninjauan awal. Laporan tersebut dikutip nismedia.id dari Kompas sekaligus meluruskan batasan operasional perangkat perwasitan di panggung internasional.

Pihak asosiasi menjelaskan bahwa penggunaan tayangan ulang sejatinya bertujuan untuk mengoreksi kesalahan identitas pelaku pelanggaran. Pengalihan sanksi secara langsung untuk tindakan diving dalam skenario tersebut dinilai melangkahi panduan baku yang berlaku.

Penjelasan resmi ini mempertegas bahwa keputusan membatalkan kartu kuning lawan lalu melimpahkannya kepada sang striker merupakan bentuk penerapan regulasi yang keliru. Rencana revisi protokol pun disiapkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada turnamen berikutnya.

Kronologi Dan Dampak Keputusan Wasit Di Lapangan

Insiden bermula ketika wasit Joao Pinheiro awalnya memberikan kartu kuning kepada pemain Argentina Leandro Paredes karena dianggap melakukan pelanggaran. Namun sang pengadil mengubah keputusannya setelah melihat tayangan layar di pinggir lapangan.

Kartu untuk Paredes dibatalkan dan dialihkan menjadi kartu kuning kedua bagi penyerang Swiss karena dinilai melakukan simulasi. Pengusiran pemain pada babak kedua tersebut membuat Swiss harus berlaga hanya dengan sepuluh personel hingga peluit panjang berbunyi.

Ketimpangan jumlah pemain di lapangan akhirnya mampu dimanfaatkan oleh Timnas Argentina untuk mengunci kemenangan 3-1 lewat babak extra time. Gol tambahan dari Julian Alvarez dan Lautaro Martinez sekaligus mengakhiri perjuangan wakil Eropa tersebut di babak delapan besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *