
Nismedia.id - Rumor kembalinya Nico Paz ke Real Madrid semakin kencang berhembus setelah penampilan impresifnya bersama Como sepanjang musim ini. Pelatih Cesc Fabregas pun angkat bicara memberikan wejangan penting kepada gelandang muda berbakat tersebut terkait masa depannya.
Pemain berusia 21 tahun ini baru saja membantu timnya melaju ke semifinal Coppa Italia usai menyingkirkan Napoli lewat drama adu penalti. Meski tampil gemilang, Fabregas mengingatkan bahwa tantangan di Santiago Bernabeu akan jauh lebih berat dibandingkan di Italia.
Bukan Masalah Mental
Dalam laga perempat final yang berakhir dramatis itu, Paz ditarik keluar pada menit ke-82 dan digantikan oleh Mergim Vojvoda. Fabregas menegaskan keputusan itu murni kebutuhan taktik untuk meredam serangan balik lawan, bukan karena meragukan mental sang pemain dalam eksekusi penalti.
“Tidak, saya hanya ingin menghindari serangan balik selama 10-15 menit terakhir. Saya tidak pernah takut, jadi jika Nico gagal mencetak gol dari 10 penalti, saya tidak akan menggantinya karena itu,” tegas Fabregas dikutip nismedia.id dari Sport Detik.
Siap Hadapi Tekanan Madrid
Fabregas menilai jika Paz benar-benar kembali ke Spanyol, ia harus memiliki mental baja. Tekanan di klub sekelas Los Blancos tentu tidak bisa dibandingkan dengan situasi di Como saat ini, sehingga kesiapan mental menjadi faktor kunci.
“Jika dia akan bermain untuk Real Madrid, dia harus menghadapi tekanan yang jauh lebih besar,” tambah mantan kapten Arsenal tersebut.
Pernyataan ini seolah menjadi “ujian” kesiapan bagi Paz yang merupakan jebolan akademi Castilla. Fabregas ingin memastikan anak asuhnya benar-benar matang sebelum mengambil langkah besar kembali ke klub lamanya.
Gemilang di Bawah Asuhan Fabregas
Sejak diboyong dari Real Madrid pada musim panas 2024, Paz menjelma menjadi motor serangan yang vital bagi skuad asuhan Fabregas. Di bawah polesan pelatih asal Spanyol itu, Paz mendapatkan menit bermain reguler yang sulit ia dapatkan di Madrid pada musim sebelumnya.
Kepercayaan ini dibayar tuntas dengan performa apik, termasuk saat mengantarkan Como menembus semifinal Coppa Italia. Kini, keputusan ada di tangan sang pemain, apakah bertahan untuk berkembang atau kembali menghadapi tantangan besar di Madrid.






