FIFA Resmi Larang Penggunaan Terompet Vuvuzela Selama Gelaran Piala Dunia 2026

FIFA Resmi Larang Penggunaan Terompet Vuvuzela Selama Gelaran Piala Dunia 2026
Terompet Vuvuzela. (merahputih.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Federation Internationale de Football Association (FIFA) secara resmi melarang penggunaan terompet vuvuzela di semua stadion sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Kebijakan kontroversial ini diambil demi menjaga kenyamanan serta ketertiban selama turnamen berlangsung.

Turnamen akbar yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diprediksi akan terasa lebih hening dari edisi sebelumnya. Selain terompet plastik, beberapa perangkat suara bising lainnya juga dilarang masuk ke dalam area pertandingan.

Alasan Pelarangan Terompet Vuvuzela Di Piala Dunia 2026

Berdasarkan regulasi resmi, alat musik tiup tersebut dinilai berpotensi mengganggu komunikasi antara pemain dan wasit di lapangan. Tingkat kebisingan yang dihasilkan juga dianggap menyulitkan proses siaran langsung pertandingan bagi pemirsa global.

Menurut data, suara terompet ikonik tersebut mampu mencapai 120 desibel atau setara dengan kebisingan gergaji mesin. Selain itu, otoritas sepak bola dunia juga memasukkan sejumlah barang lain ke dalam daftar larangan, seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com.

  • Peluit
  • Klakson udara
  • Perangkat suara elektronik

Aturan Ketat Mengenai Larangan Membawa Botol Minum

Bukan hanya masalah kebisingan, pembaruan kode etik stadion juga melarang penonton membawa botol air minum isi ulang. Regulasi baru ini menggantikan aturan lama yang sebelumnya masih mengizinkan wadah transparan kosong berkapasitas maksimal satu liter.

Sebagai solusi, pihak panitia telah menyediakan titik hidrasi gratis serta gerai penjualan minuman resmi di dalam stadion. Langkah ini diambil oleh Juru Bicara FIFA demi meminimalisasi potensi gangguan keamanan yang dapat membahayakan keselamatan bersama.

“FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, penggemar, sukarelawan, dan staf.”

“FIFA mengambil keputusan untuk melarang botol guna mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *