Gagal Melaju ke Babak 16 Besar, Hasil Ini Jadi Kekalahan Pertama Jerman Lewat Adu Penalti

Gagal Melaju ke Babak 16 Besar, Hasil Ini Jadi Kekalahan Pertama Jerman Lewat Adu Penalti
Potret Jerman yang alami kegagalan pertama lewat adu penalti (Instagram: @dfb _team)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepakbola Jerman. Die Mannschaft harus menelan pil pahit di hadapan Timnas Paraguay lewat adu penalti.

Selama lebih dari empat dekade, Timnas Jerman selalu keluar sebagai pemenang setiap kali pertandingan menuju babak adu penalti. Kepercayaan diri ini terbentuk setelah serangkaian kemenangan gemilang yang menjadikan mereka tim paling andal dalam situasi menegangkan itu.

Namun, takdir berubah total pada laga yang berlangsung di Amerika Serikat itu. Setelah bermain imbang 1-1 hingga akhir perpanjangan waktu, pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah Jerman akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 4-5 seperti dikutip Nismedia.id dari akun resmi Instagram @dfb_team.

Kekalahan ini menjadi yang pertama kali dialami Timnas Jerman dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Sebelumnya, tim ini selalu unggul dalam lima kesempatan adu penalti yang pernah dijalaninya sejak aturan tersebut diterapkan pada turnamen 1982.

Catatan sejarah menunjukkan kemenangan pertama Jerman terjadi pada semifinal Piala Dunia 1982 melawan Prancis. Saat itu, mereka bangkit dari ketertinggalan dan menang 5-4 melalui adu penalti setelah kedudukan imbang 3-3 selama 120 menit. Hasil ini menjadi awal kepercayaan diri luar biasa yang terus terbawa ke turnamen selanjutnya.

4 tahun kemudian pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Jerman kembali melewati ujian yang sama. Bertemu tuan rumah Meksiko dalam perempat final, pertandingan berakhir tanpa gol dan berlanjut ke adu penalti. Sekali lagi, tim ini tampil tenang dan menang meyakinkan dengan skor 4-1.

Puncak kehebatan mereka terlihat pada semifinal Piala Dunia 1990 melawan Inggris. Dalam pertandingan yang sangat ketat dan menegangkan, kedua tim tak mampu mencetak gol tambahan. Adu penalti menjadi penentu kemenangan, dan Jerman menang tipis 4-3 sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia tahun itu.

Rekor positif berlanjut pada Piala Dunia 2006 yang digelar di tanah air sendiri. Berhadapan dengan Argentina di babak perempat final, kedudukan tetap imbang 1-1 hingga waktu habis. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Jerman kembali unggul 4-2 dalam adu penalti dan melaju ke babak selanjutnya.

Namun, di Piala Dunia 2026 ini, semua kebiasaan itu berubah drastis. Paraguay tampil sangat disiplin bertahan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Meskipun Jerman mendominasi penguasaan bola dan jumlah tembakan, mereka gagal memecah kebuntuan hingga waktu normal berakhir.

Dalam babak adu penalti, ketenangan yang biasanya menjadi ciri khas Jerman justru terlihat goyah. Satu eksekusi meleset dan satu lagi berhasil diamankan kiper lawan. Sebaliknya, seluruh penendang Paraguay menjalankan tugasnya dengan sangat baik tanpa kesalahan berarti.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, tidak ada yang abadi dan tidak ada tim yang benar-benar tak terkalahkan. Bagi Jerman, ini adalah pelajaran berharga untuk membangun kembali kekuatan mental mereka. Sementara Paraguay dipastikan lolos ke babak 16 besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *