
Nismedia.id - Janice Tjen yang berpasangan dengan Eudice Chong gagal melangkah lebih jauh dari babak perempat final sektor ganda Eastbourne Open 2026. Setelah kekalahan ini petenis andalan Indonesia itu terpaksa mengakhiri langkahnya di Inggris.
Pertandingan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan skor ketat melawan pasangan Isabelle Haverlag/Maia Lumsden. Meskipun kalah, babak pertama berjalan sangat seimbang sejak awal, di mana kedua pasangan saling bertukar poin dan mematahkan servis lawan secara bergantian.
Isabelle Haverlag/Maia Lumsden tampak lebih cepat menyesuaikan diri dengan karakteristik lapangan rumput yang menjadi ciri khas turnamen di wilayah tersebut. Keunggulan kecil yang berhasil diraih di pertengahan set akhirnya mereka pertahankan hingga berakhir dengan skor 6-4 untuk keunggulan sementara.
Memasuki babak kedua, Janice Tjen/Eudice Chong mulai mengubah pola permainan dengan memperpendek jarak pukulan dan memperbanyak variasi arah bola. Skor berubah menjadi imbang setelah pasangan Indonesia dan kawan berhasil menang 6-3.
Tekanan semakin meningkat saat pertandingan berlanjut ke babak penentuan. Pasangan lawan mampu menjaga konsistensi dan ketenangan lebih baik di momen-momen krusial. Namun, Isabelle Haverlag/Maia Lumsden keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 4-6, 6-3, dan 7-10 sperti dikutip Nismedia.id dari laman resmi wtatennis.com.
Kondisi lapangan rumput yang cukup licin dan cepat ternyata menjadi tantangan tersendiri yang belum sepenuhnya bisa dikuasai sepenuhnya oleh pasangan ini sepanjang set terakhir. Hal ini membuat tingkat kesalahan yang tidak dipaksakan sedikit meningkat dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Perjalanan Janice Tjen di ajang Eastbourne Open 2026 telah selesai sepenuhnya tanpa melewati babak final. Hasil ini sekaligus menutup rangkaian persiapan sebelum masuk ke ajang tenis besar lainnya yang menggunakan jenis permukaan lapangan yang sama.
Sementara Isabelle Haverlag/Maia Lumsden akan melaju ke babak semifinal dengan kepercayaan diri yang semakin tinggi. Mereka mengakui bahwa tantangan yang dihadapi tidaklah mudah karena pasangan lawan juga memiliki kemampuan teknis yang sangat baik dan tidak mudah menyerah sebelum poin terakhir berakhir.






