
Nismedia.id - UEFA telah resmi memberikan sanksi skorsing sementara kepada Gianluca Prestianni selama masa penyidikan dugaan tindakan rasisme terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior. Keputusan ini diumumkan setelah melakukan komunikasi singkat pemain muda Benfica
Sebelumnya, Gianluca Prestianni bertekad away ke Madrid untuk membela Benfica pada 26 Februari mendatang di pertandingan leg kedua play-off UEFA Champions League 2025-2026. Sayangnya keputusan resmi pihak penyelenggara akan menghambatnya menunjukkan penampilan terbaiknya.
Insiden dugaan rasisme tersebut terjadi pada laga leg pertama di Estadio da Luz pada 17 Februari 2026. Vinicius Junior baru saja mencetak gol yang membawa Real Madrid unggul 0-1 ketika terjadinya bentrok verbal dengan Prestianni. Pemain Brasil tersebut langsung melaporkan dugaan ujaran rasis kepada wasit.
Pertandingan sempat dihentikan selama sekitar 10 menit setelah insiden terjadi. Wasit mengaktifkan protokol anti-diskriminasi UEFA sesuai pedoman yang telah ditetapkan. Proses penyelidikan kemudian segera dibuka oleh pihak berwenang sepak bola Eropa serta pemerintah Portugal.
Dikutip Nismedia.id dari media Inggris, UEFA memutuskan melarang Gianluca Prestianni membela Benfica di ajang resmi Liga Champions 2025-2026 sementara. Langkah ini diambil berdasarkan permintaan dari inspektur etika dan disiplin dengan laporan sementara.
Sanksi satu pertandingan diberikan karena dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif. Keputusan ini tidak menutup kemungkinan adanya sanksi tambahan setelah penyelidikan selesai. Sebelumnya, sang pemain sempat membantah tuduhan rasisme.
Saat investigasi pertama dengan inspektur etika dan disiplin, pemain muda Benfica ini membantah tuduhan Kylian Mbappe yang menyebutnya memanggil Vinicius dengan kata monyet. Dirinya hanya memanggil Vinicius dengan kata yang dalam bahasa Spanyol maknanya homo.
Real Madrid telah menyerahkan seluruh bukti yang dimiliki kepada otoritas UEFA untuk mendukung penyelidikan. Rekan setim Vinicius Junior, Kylian Mbappe mengaku mendengar langsung ucapan bernada diskriminatif yang dilontarkan Prestianni. Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menyebut insiden tersebut sebagai aib bagi sepak bola.
Vinicius Junior telah lama menjadi sosok yang aktif dalam perjuangan melawan rasisme di dunia sepak bola. Ia pernah berkontribusi pada perubahan protokol anti-rasisme di stadion-stadion Brasil dan Spanyol. Belakangan ini, ia juga turut mendukung pemain muda Palmeiras yang menjadi korban ujaran rasis dalam kompetisi Copa Libertadores U-20.
Perhatian publik dan media sepak bola Eropa kini terfokus pada hasil penyelidikan akhir yang akan diumumkan UEFA dalam waktu dekat. Kasus ini kembali menjadi pembicaraan hangat tentang pentingnya menciptakan lingkungan sepak bola yang bebas dari segala bentuk diskriminasi. Semua pihak berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh komunitas sepak bola dunia.






