
Nismedia.id - Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, menjadi sorotan tajam setelah Gianni Infantino Terancam Diselidiki IOC. Langkah hukum ini dipicu oleh aduan resmi dari organisasi nirlaba FairSquare mengenai dugaan pelanggaran netralitas politik.
Tuduhan tersebut muncul menyusul tindakan kontroversial sang petinggi yang berulang kali menunjukkan dukungan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kasus ini berpotensi mencoreng kredibilitas kepemimpinan di tingkat olahraga internasional.
Aduan Resmi Dan Detail Kasus Gianni Infantino Terancam Diselidiki IOC
Laporan pelanggaran ini pertama kali diajukan kepada komite etik sejak akhir tahun lalu, sebagaimana dikutip nismedia.id dari Kompas.com yang memantau perkembangan dugaan penyalahgunaan kekuasaan tersebut.
FairSquare menilai tindakan pemberian penghargaan peace prize kepada politisi tersebut melanggar ketentuan statuta. Sanksi berat berupa denda finansial hingga skorsing dua tahun kini membayangi karier sang presiden.
“Apabila Tuan Infantino bertindak secara sepihak tanpa kewenangan berdasarkan statuta FIFA, maka hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat serius,” demikian isi pengaduan FairSquare.
Respons Otoritas Dan Kampanye Reformasi FIFA
Pihak berwenang menyatakan kesiapannya untuk menelaah berkas perkara secara objektif begitu dokumen resmi diserahkan. Dukungan moral juga mengalir deras dari puluhan anggota parlemen Eropa serta Federasi Sepak Bola Norwegia.
“Jelas, jika kami menerimanya, Komisi Etik akan menelaahnya,” kata Presiden International Olympic Committee (IOC), Kirsty Coventry.
Kini publik menanti keputusan resmi dari jajaran pengurus chamber of investigation untuk memulai langkah interogasi formal. Kampanye bertajuk reboot terus digelorakan demi mendorong reformasi menyeluruh di tubuh organisasi sepak bola dunia.






