Gregoria Mariska Tunjung Mundur Dari Pelatnas PBSI Demi Fokus Pemulihan Kesehatan

Gregoria Mariska Tunjung Mundur Dari Pelatnas PBSI Demi Fokus Pemulihan Kesehatan
Potret Gregoria Mariska Tunjung. (djarumbadminton.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengumumkan pengunduran diri Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas PBSI pada Jumat (15/5/2026). Peraih medali perunggu Olimpiade tersebut terpaksa menepi demi memfokuskan diri pada pemulihan kesehatannya akibat penyakit vertigo.

Keputusan berat ini menandai babak baru bagi srikandi kebanggaan Merah Putih yang terus berjuang maksimal melawan kondisinya sejak tahun lalu. Kiprah sang atlet andalan memang sempat tersendat karena kesulitan dalam menjaga kebugaran saat harus berlatih maupun bertanding.

Warisan Berharga Gregoria Mariska Tunjung

Perjalanan pahlawan bulu tangkis ini di pemusatan latihan telah dimulai sejak usia muda dengan penuh keringat dan pengorbanan. Rincian pengunduran diri serta deretan prestasi gemilang Jorji selama satu dekade terakhir dikutip nismedia.id dari BolaSport.com.

Berikut adalah sejumlah warisan luar biasa yang ditinggalkan oleh sang atlet untuk kebangkitan sektor tunggal putri Indonesia:

  • Menjadi Juara Dunia Junior dan meraih perunggu SEA Games pada tahun 2017.
  • Tunggal putri Indonesia pertama yang sukses menembus 10 besar ranking dunia.
  • Meraih medali perunggu secara dramatis pada Olimpiade 2024.

“PP PBSI menghormati keputusan Gregoria untuk mundur dari Pelatnas demi fokus pada proses pemulihan kondisi kesehatannya,” demikian pernyataan resmi asosiasi.

Masa Depan Tunggal Putri Pelatnas PBSI

Kini, perjuangan berat yang ditinggalkan Jorji akan dilanjutkan oleh generasi penerusnya seperti Putri Kusuma Wardani hingga Thalita Ramadhani Wiryawan. Mereka dituntut tampil konsisten demi menjaga asa dan nama baik sektor tunggal putri di panggung piala dunia bulu tangkis.

Asosiasi sendiri telah mengajukan proteksi ranking dunia bagi Jorji apabila ia siap kembali berlaga pada masa mendatang. Publik tentu menaruh harapan besar agar perjuangan sektor yang sempat disepelekan ini bisa terus dipertahankan dan bersinar.

“Terima kasih untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan inspirasi yang telah diberikan untuk badminton Indonesia,” tulis perwakilan asosiasi menutup pernyataannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *