
Nismedia.id - Dunia balap F1 dikejutkan dengan insiden keras yang menimpa pembalap Ferrari, Charles Leclerc saat berlaga di GP Italia di sirkuit Monza. Kecelakaan itu terjadi di putaran awal ketika mobil yang dikemudikannya kehilangan kendali di tikungan Parabolica dan meluncur keras menuju pembatas jalan.
Hantaman yang diterima mobil tersebut tercatat mencapai kekuatan 60 kali gravitasi, sebuah angka yang sangat besar dan berisiko tinggi bagi keselamatan pengemudi. Dikutip Nismedia.id dari akun Instagram resmi Formula 1 @f1, saat mobil berhenti, Charles Leclerc berusaha keluar dan langsung merasakan sesuatu yang tidak beres pada dirinya sendiri.
Pandangannya tiba-tiba menjadi kabur dan ia sempat kehilangan sebagian kemampuan melihat selama beberapa menit setelah kejadian tersebut. Pengalaman itu jelas sangat mengkhawatirkan bagi pembalap berusia 28 tahun itu, mengingat besarnya kekuatan yang menimpa tubuhnya dalam sekejap.
Tim medis resmi FIA segera menanganinya di lokasi kejadian sebelum membawanya ke pusat medis sirkuit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Perlahan namun pasti, penglihatan Leclerc mulai membaik dan kembali normal seiring berjalannya waktu. Meski begitu, ia mengaku masih merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh sebagai dampak dari benturan dahsyat yang dialaminya.
Pembalap asal Monako itu kemudian menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan ia dinyatakan bebas dari cedera serius. Semua keluhan yang dirasakannya sejauh ini dianggap hanya efek sementara dari kekuatan hantaman yang luar biasa besar itu.
“Saya merasakan sakit pada beberapa bagian tubuh saya, namun itu hanya efek sementara dari besarnya hantaman yang saya alami,” jelasnya.
Kekuatan hantaman mencapai 60G bukanlah angka yang kecil dalam dunia olahraga bermotor. Gaya tersebut setara dengan beban 60 kali berat tubuh seseorang menekan ke arah tubuh dalam sepersekian detik. Tidak heran jika organ dan indra tubuh bisa mengalami gangguan sesaat, termasuk gangguan pada penglihatan seperti yang dialami Charles Leclerc.
Meskipun telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan tidak ada cedera serius, Charles Leclerc tidak bisa langsung tenang sepenuhnya. Ada satu hal lagi yang harus ia lakukan sebelum turun kembali ke lintasan. Ia wajib menjalani serangkaian tes medis yang lebih mendalam dan menyeluruh dalam waktu dekat ini.
Tes medis tersebut akan dilakukan menjelang pelaksanaan GP Spanyol di Madrid yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Tujuannya tak lain untuk memastikan secara mutlak bahwa tidak ada cedera tersembunyi yang belum terdeteksi setelah insiden di Monza tersebut.
Pihak tim Ferrari juga memastikan bahwa keputusan mengenai ketersediaan Charles Leclerc di lintasan Madrid akan bergantung sepenuhnya pada hasil pemeriksaan medis tersebut. Keselamatan pembalap menjadi prioritas utama dan tidak akan diambil risiko sekecil apa pun jika hasil tes belum memuaskan. Leclerc sendiri tampaknya tetap bertekad untuk berlaga jika kondisi fisiknya memungkinkan.






