
Nismedia.id - Pekan ke-18 Grup A Pegadaian Championship menghadirkan dua cerita kontras yang mengejutkan publik sepak bola nasional, Kamis (29/1/2026). Sorotan utama tertuju pada kemenangan fantastis Adhyaksa FC yang melumat Sriwijaya FC dengan skor tidak masuk akal, 15-0, di Banten International Stadium.
Sementara itu, di laga lainnya, nasib miris dialami Persekat Tegal yang gagal meraih kemenangan di kandang sendiri. Hasil Championship yang mengecewakan ini membuat posisi Persekat Tegal semakin terjepit di papan bawah dan condong terdegradasi ke Liga 3 musim depan.
Pesta Gol Bersejarah Adhyaksa FC
Pertandingan antara Adhyaksa FC melawan Sriwijaya FC menjadi panggung pembantaian yang jarang terjadi di kompetisi profesional. Tuan rumah Adhyaksa FC tampil “kesetanan” dengan mencetak 7 gol di babak pertama dan menambah 8 gol lagi di babak kedua. Total empat pemain mencatatkan hattrick dalam laga ini.
Bomber asing Adilson Silva menjadi bintang utama dengan memborong 6 gol (double hattrick). Tiga pemain lainnya, yakni Makan Konate, Ramiro Fergonzi, dan Miftahul Hamdi, masing-masing menyumbangkan 3 gol. Kekalahan telak ini membuat pelatih Sriwijaya FC, Budi Sudarsono, tertangkap kamera hanya bisa menatap kosong dari bench, menyaksikan timnya terbenam di dasar klasemen dengan 2 poin.
Drama VAR dan Dominasi Total
Jalannya laga di Banten benar-benar berat sebelah sejak kick-off. Gol pembuka Makan Konate tercipta hanya dalam 12 detik pertama. Wasit Aprisman Aranda juga sempat disibukkan dengan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) untuk mengesahkan gol-gol tuan rumah, termasuk gol Fergonzi dan gol keenam Adilson Silva yang sempat dianggap offside.
Kemenangan super telak ini mendongkrak poin Adhyaksa FC menjadi 33, menyamai torehan pemuncak klasemen sementara, Garudayaksa FC. Sebaliknya, hasil ini menjadi rekor terburuk bagi Laskar Wong Kito sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Liga Indonesia.
Persekat Tegal Gagal Manfaatkan Situasi
Di tempat terpisah, Persekat Tegal justru membuang peluang emas saat menjamu Persikad Depok di Stadion Trisanja. Dikutip nismedia.id dari TribunWow.com, skuad asuhan I Putu Gede hanya mampu bermain imbang 0-0, padahal tim tamu harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama setelah Aulia Lubis diganjar kartu merah.
Meski mengurung pertahanan lawan dan memiliki keunggulan jumlah pemain sepanjang babak kedua, serangan yang dibangun Antonius Tuna dan kawan-kawan selalu buntu. Rapatnya barisan pertahanan Persikad membuat “Serigala Margonda” berhasil mencuri satu poin penting.
Hasil seri ini membuat Persekat tertahan di posisi ke-9 dengan 18 poin. Kegagalan menempel ketat PSPS Pekanbaru di zona aman membuat bayang-bayang degradasi ke Liga 3 semakin nyata bagi tim berjuluk Laskar Ki Gede Sebayu tersebut.






