
Nismedia.id - Laga penuh drama dan emosi tersaji di Stadion De Adelaarshorst saat tuan rumah Go Ahead Eagles menjamu FC Utrecht dalam lanjutan Liga Belanda (Eredivisie) musim 2025-2026, Minggu (30/11/2025). Pertandingan yang kental dengan nuansa Timnas Indonesia ini berakhir tanpa pemenang dengan skor sama kuat 2-2, diwarnai aksi Miliano Jonathans yang nyaris menjadi pahlawan di saat kompatriotnya, Dean James, harus absen.
Meski gagal mempersembahkan tiga poin penuh bagi timnya, sorotan khusus dari publik tanah air tertuju pada sosok pemain sayap muda Timnas Indonesia milik Utrecht, Miliano Jonathans. Pemain yang baru pulih dan kembali merumput ini nyaris menjadi penentu kemenangan di masa injury time, namun dewi fortuna belum berpihak padanya.
Batalnya Pertemuan Dua Punggawa Garuda
Pertemuan ini sejatinya sangat dinantikan oleh pecinta sepak bola Indonesia karena digadang-gadang bakal menjadi panggung duel sesama punggawa Garuda. Sayangnya, harapan menyaksikan duel sesama punggawa Garuda harus sirna. Seperti diwartakan oleh Bola Kompas, bek kiri andalan Go Ahead Eagles, Dean James, terpaksa harus menepi dari skuad.
Pemain yang telah berseragam Eagles sejak musim panas 2023 itu harus menjalani hukuman skorsing satu pertandingan. Absennya Dean James merupakan buntut dari dua kartu kuning yang ia terima pada laga sebelumnya saat melawan Heracles. Praktis, hanya Miliano Jonathans yang menjadi representasi Indonesia di laga ini, sekaligus membawa kabar baik karena akhirnya kembali mendapatkan menit bermain di kompetisi kasta tertinggi Belanda setelah absen dalam empat laga terakhir.
Utrecht Sempat Di Atas Angin
Secara permainan, FC Utrecht sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan dan taktis. Tim tamu langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan untuk membungkam pendukung tuan rumah. Mengutip laporan jalannya pertandingan dari Bola.net, strategi tersebut berbuah manis ketika Yoann Cathline sukses membuka keunggulan lewat gol cepat di menit ke-12.
Dominasi Utrecht terus berlanjut hingga selepas jeda turun minum. Lima menit babak kedua berjalan, tepatnya di menit ke-50, Gjivai Zechiel berhasil menggandakan skor menjadi 0-2. Pada momen ini, skuad asuhan Ron Jans tampak sangat nyaman dan seolah-olah tiga poin sudah berada di dalam genggaman mereka untuk dibawa pulang ke Utrecht.
Masuknya Miliano dan Kebangkitan Tuan Rumah
Melihat timnya unggul nyaman, pelatih Utrecht mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan Miliano Jonathans pada menit ke-62. Ini menjadi momen penting bagi Miliano untuk kembali merasakan atmosfer kompetitif setelah terakhir kali tampil selama 83 menit melawan AZ Alkmaar beberapa pekan lalu.
Namun, saat Miliano berada di lapangan, Go Ahead Eagles mulai menemukan ritme kebangkitan mereka. Tuan rumah menolak menyerah begitu saja dan berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Mathis Suray di menit ke-74. Gol tersebut mengubah tensi pertandingan menjadi lebih panas. Petaka bagi Utrecht akhirnya benar-benar terjadi delapan menit jelang waktu normal berakhir, ketika Richonell Margaret sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-82, memusnahkan keunggulan dua gol tim tamu.
Drama Injury Time: Nyaris Jadi Pahlawan
Meski timnya kebobolan dua gol saat ia bermain, performa individu Miliano Jonathans terbilang cukup impresif. Dalam durasi sekitar 28 menit penampilannya, ia tercatat aktif membantu serangan dengan torehan 16 sentuhan bola, di mana dua di antaranya terjadi di area berbahaya alias kotak penalti lawan.
Puncak ketegangan terjadi di masa injury time. Miliano mendapat kesempatan emas yang hampir saja menjadikannya penentu tiga poin bagi Utrecht. Berdiri bebas di garis enam yard, ia menyambut umpan dengan tandukan kepala yang terarah. Sayangnya, kiper Eagles melakukan refleks penyelamatan krusial untuk menepis bola tersebut. Andai saja bola itu masuk, cerita laga ini pasti akan berakhir manis bagi Miliano dan Utrecht.






