
Nismedia.id - Laju PSS Sleman dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 harus terhenti setelah dipaksa mengakui keunggulan Kendal Tornado FC. Bertanding di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (5/1/2026) malam, tim kebanggaan masyarakat Sleman ini takluk dengan skor tipis 2-1. Namun, bukan sekadar hasil akhir yang menjadi sorotan, melainkan kepemimpinan wasit yang dinilai sangat berat sebelah.
Kekalahan ini membuat PSS Sleman gagal membawa pulang poin penting untuk mengamankan posisi di papan atas. Dua gol kemenangan tuan rumah, Kendal Tornado FC, masing-masing dilesakkan oleh Patrick Cruz melalui titik putih pada menit ke-31 dan Juan Morales di menit ke-60. Sementara itu, PSS Sleman hanya mampu membalas satu gol melalui Gustavo Tocantins di menit ke-55.
Jalannya Laga: Dominasi yang Terganjal Keputusan Wasit
Sejak kick-off, Kendal Tornado FC memang tampil menekan dengan strategi pressing ketat. Hal ini sempat membuat barisan pertahanan Super Elja kewalahan di awal babak pertama. Puncaknya, wasit memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah yang dieksekusi dengan dingin oleh Patrick Cruz. PSS Sleman sebenarnya mampu bangkit di babak kedua dan sempat menyamakan kedudukan, namun momentum mereka kembali hancur setelah gol kedua Juan Morales bersarang di gawang PSS.
Dikutip nismedia.id dari laman Detik Jogja, pelatih PSS, Ansyari Lubis, menyebut bahwa pertandingan ini sebenarnya berjalan sangat berkualitas dari sisi teknis kedua tim. Namun, ia menyayangkan performa perangkat pertandingan yang dianggap tidak konsisten dalam mengambil keputusan, terutama terkait pemberian kartu kuning dan merah.
Kemarahan Ansyari Lubis dan Kekecewaan Pemain
Usai laga, Ansyari Lubis tak mampu menyembunyikan kekesalannya dalam sesi konferensi pers. Ia mempertanyakan standar ganda wasit dalam memberikan hukuman. “Kenapa keputusan-keputusan wasit sangat merugikan kita? Ada pelanggaran mereka yang tidak dikasih kartu merah, sementara pemain kita sekali saja langsung dikasih kartu merah,” tegasnya dengan nada tinggi.
Tak hanya soal kartu, ia juga menyoroti gol PSS Sleman yang dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) tanpa penjelasan yang jelas. Senada dengan pelatihnya, bek PSS, Kevin Gomes, juga mengungkapkan rasa kecewanya. Meskipun merasa “dirampok”, Kevin meminta rekan-rekan setimnya untuk tetap fokus karena PSS adalah tim besar yang harus segera bangkit di pertandingan berikutnya.






