
Nismedia.id - Pebalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, sukses mengamankan podium tertinggi dalam Race F1 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026). Kemenangan ini diraih secara dramatis setelah melewati balapan penuh insiden.
Keberhasilan pebalap asal Monako tersebut tidak lepas dari nasib sial yang menimpa para pesaing terdekatnya sepanjang perlombaan. Sejumlah insiden teknis dan penalti waktu mengubah peta persaingan di garis depan.
Drama Penalti Dan Kegagalan Eksekusi
Pebalap tuan rumah, Lewis Hamilton, langsung mendapatkan nasib sial sejak awal balapan dimulai. Hamilton dijatuhi hukuman penalti waktu lima detik oleh pengawas perlombaan akibat melakukan jump start.
Dikutip nismedia.id dari PDI Perjuangan Bali, Hamilton yang mengendarai jet darat Ferrari tersebut mengaku sangat kesulitan mengendalikan mobilnya sepanjang balapan. Ia merasakan masalah besar pada sistem pengereman yang membuatnya sering melebar di tikungan cepat sirkuit.
“Today I was struggling under braking, the car was snapping or locking and it just wasn’t underneath me the same,” ujar Hamilton.
Nasib Sial Kimi Antonelli Di Lintasan Silverstone
Pebalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, sebenarnya mengawali pekan balapan dengan sangat luar biasa setelah merebut pole position. Ia memimpin jalannya balapan dengan nyaman pada paruh pertama perlombaan di hadapan ratusan ribu penonton yang memadati tribune.
Namun petaka datang bagi pebalap asal Italia tersebut ketika mencoba mengejar ketertinggalan posisi di baris depan. Mobil Mercedes miliknya menghantam pembatas jalan di tikungan Copse hingga mengalami kerusakan parah pada bagian pelindung roda kiri depan.
Kerusakan yang terlalu mendalam pada sistem kemudi dan sayap depan memaksa kru teknis di pit lane bekerja lebih lama. Tim Mercedes akhirnya memutuskan untuk menarik mundur kendaraan Antonelli karena dinilai terlalu berbahaya jika dipaksakan untuk melanjutkan sisa balapan.
Keterpurukan Tim McLaren Dan Masalah Efisiensi Mobil
Hasil minor juga harus diterima oleh tim asal Inggris, McLaren, yang gagal bersaing di barisan depan sepanjang akhir pekan. Karakter Sirkuit Silverstone yang sangat cepat justru mengeksploitasi kelemahan mendasar dari jet darat yang mereka gunakan.
Pebalap utama McLaren, Lando Norris, mengungkapkan bahwa kendaraannya sangat lambat di lintasan lurus maupun tikungan karena kekurangan downforce. Timnya dinilai gagal menyajikan paket kendaraan yang efisien serta terlalu banyak menghasilkan hambatan udara atau drag.
“There’s no excuses. The car is not good enough and we know that,” kata Norris.
Insiden Max Verstappen Dan Akhir Balapan Di Bawah Safety Car
Jalannya persaingan di lintasan sirkuit semakin menegangkan ketika memasuki putaran-putaran akhir menjelang finis. Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, mengalami kecelakaan parah pada putaran ke-48 yang mengejutkan seluruh penonton.
Benturan keras kendaraan tersebut memaksa race director segera mengeluarkan safety car untuk mengamankan kondisi lintasan dari serpihan material mobil. Kondisi ini membuat jarak antarpebalap kembali merapat namun menutup peluang terjadinya aksi saling salip di sisa lap.
Konvoi beriringan di belakang mobil pengaman terus bertahan hingga bendera finis dikibarkan sebagai tanda berakhirnya perlombaan. Leclerc akhirnya keluar sebagai pemenang utama didampingi oleh Hamilton yang mengamankan posisi kedua di podium.






