
Nismedia.id - 27 Januari adalah hari pertama turnamen BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026. 2 wakil tunggal putri Indonesia berhasil mengamankan tiket ke final kualifikasi. Keberhasilan tersebut membuat keduanya dipertemukan dalam perang saudara besok.
Per 27 Januari 2026 siang, hanya Thalia Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi yang lolos ke babak selanjutnya. Sementara wakil Indonesia seperti, Yohanes Saut Marcellyno, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Faathir/Devin harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi.
Thalia Ramadhani Wiryawan menunjukkan permainan yang solid dalam laga pertamanya. Ia melaju ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Clara Azurmendi dengan skor akhir 21-11, 13-21, 21-12. Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sebelum Thalia mengunci kemenangan.
Sementara Yohanes Saut Marcellyno harus mengakhiri perjuangannya di babak pertamanya di Thailand Masters 2026. Ia tumbang dari tunggal putra unggulan 3, Kok Jing Hong dengan skor 18-21, 14-21 seperti dikutip Nismedia.id dari laman bwfworldtour.bwfbadminton.com.
Mutiara Ayu Puspitasari tidak dapat melanjutkan perjalanan dalam kompetisi BWF World Tour Super 300 ini. Ia kalah dari tunggal putri Korea Selatan, Kim Joo Eun dalam waktu 52 menit . Permainan lawan dari luar negeri menunjukkan dominasi yang tak terbendung hingga menghasilkan skor 14-21, 21-15, 21-12.
Ni Kadek Dhinda Amartya berhasil meraih tiket ke final babak babak kualifikasi setelah mengalahkan wakil India, Shreya Lele dengan skor 21-12, 12-21, 21-15. Pertandingan berlangsung cukup panjang selama 56 menit dengan pergantian keunggulan antar pemain.
Pada babak selanjutnya, Ni Kadek Dhinda Amartya akan terjadi laga antar sesama wakil Indonesia. Ni Kadek Dhinda Amartya akan melawan Thalia Ramadhani Wiryawan. Kedua pemain diharapkan menunjukkan performa terbaik untuk membawa nama Indonesia lebih jauh.
Sementara Ali Faaathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi tampil dalam nomor ganda. Pertandingan Faathir/Devin dengan Lau Yi Sheng/Lim Tze Jian berjalan dengan dinamika yang sangat ketat dari awal hingga akhir.
Pertandingan ganda putra tersebut dimulai dengan kondisi yang kurang menguntungkan. Faathir/Devin kalah di set pertama dari Lau Yi Sheng/Lim Tze Jian dengan skor 20-22. Mereka kesulitan mengatasi strategi permainan yang diterapkan oleh wakil Malaysia.
Namun situasi berubah drastis pada set kedua. Wakil Indonesia bangkit dan mendapatkan keunggulan atas lawan mereka 21-13 . Permainan mereka menjadi lebih terkoordinasi dengan serangkaian poin yang diraih secara beruntun. Kemenangan di set kedua memberikan harapan baru bagi pasangan Indonesia.
Sayangnya pada set terakhir, ganda putra Indonesia Faathir/Devin gagal mendapatkan keunggulan atas Lau Yi Sheng/Lim Tze Jian. Sehingga pada menit ke-50 Faathir/Devin harus mengakui kekalahannya dengan skor akhir 22-20, 21-13, 21-23.






