
Nismedia.id - Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia resmi menerapkan skema baru untuk hadiah juara Super League musim 2025/2026. Sang kampiun tidak lagi sekadar menerima uang tunai, melainkan sistem pembagian keuntungan modern layaknya kompetisi Premier League.
Perubahan ini memastikan klub yang berjuang maksimal di lapangan mendapatkan apresiasi finansial yang jauh lebih profesional. Saat ini, Persib Bandung dan Borneo FC menjadi kandidat terkuat peraih takhta kompetisi.
Sistem Kontribusi Hadiah Super League
Operator kompetisi tidak membagikan uang tunai secara mentah seperti di kasta Championship. Perwakilan I.League, Asep Saputra, menyebut pendapatan klub akan ditentukan lewat skema khusus.
“Tetapi kalau Super League, sistemnya agak berbeda bahwa setiap bulan kami memberikan fix contribution kepada klub,”
Dikutip nismedia.id dari BolaSport.com, Asep menjelaskan bahwa variable contribution merupakan perpaduan antara prestasi di klasemen dan popularitas tayangan. Klub di peringkat tiga terbawah bahkan tidak akan menerima bonus tersebut sama sekali.
“Karena kontribusi variabel itu kami berikan berdasarkan prestasi. Kata lainnya itu seperti hadiah, tetapi bentuknya bukan prize money,”
Perhitungan Tambahan Rating Televisi
Selain posisi akhir di klasemen liga, daya tarik sebuah tim di layar kaca juga menjadi penentu utama besaran nominal yang didapat. Nilai dari rating dan share tayangan televisi baru akan dikalkulasi secara penuh pada akhir musim nanti.
“Lalu ada juga perhitungan berdasarkan rating dan share tayangan TV, yang angkanya dilihat di akhir musim,”






