
Nismedia.id - Timnas Basket Putra Indonesia harus mengalihkan rute perjalanan menuju Jepang untuk berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Skuad Merah Putih berjuang maksimal menempuh jalur darat menggunakan bus dari Jakarta menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Keputusan darurat ini diambil menyusul penutupan operasional seluruh bandara di Jakarta yang mengganggu jadwal awal keberangkatan tim. Meskipun mengalami perubahan skenario, seluruh anggota rombongan dipastikan dalam kondisi aman dan siap melanjutkan perjalanan.
Perubahan Rute Keberangkatan Timnas Basket Putra Indonesia
Penyesuaian jadwal ini memaksa rombongan menempuh perjalanan darat ratusan kilometer sejak Senin dini hari. Sebagaimana dikutip nismedia.id dari Bola.com, Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso menyampaikan bahwa tim sempat beristirahat di Salatiga untuk menjaga stamina.
“Dini hari tadi atas koordinasi Perbasi dan Tim CdM. Tim 5on5 Putra Indonesia melakukan perjalanan darat dengan bus ke Surabaya, sekarang sedang makan pagi di Salatiga,” ujar Jeremy.
Rute penerbangan awal yang semula dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Singapura kini resmi dialihkan melalui Surabaya pada Senin malam. Setelah melakukan transit di Singapura, rombongan akan langsung melanjutkan penerbangan menuju Nagoya sesuai dengan target semula.
Koordinasi Intensif Dan Kondisi Seluruh Skuad Merah Putih
Perubahan skenario penerbangan ini merupakan langkah penanganan cepat yang harus diambil akibat situasi bencana alam yang tidak terprediksi. Pihak federasi bersama panitia terus bergerak sigap mengurus penyesuaian tiket penerbangan agar persiapan tim nasional tidak terganggu.
Plt Manajer Timnas Basket 5×5 Putra Indonesia, Ahmad Nuradin menegaskan bahwa perubahan rute perjalanan ini murni disebabkan oleh faktor force majeure. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama jajaran Chief de Mission serta Kementerian Perhubungan demi menjamin kelancaran jalur udara.
“Sehubungan dengan keadaan kahar (force majeure) akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan penutupan operasional seluruh bandara di Jakarta, bersama ini kami menyampaikan penyesuaian rute dan jadwal penerbangan,” kata Ahmad.






