
Nismedia.id - Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persija Jakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada The Jakmania untuk tidak menggelar Pesta Flare. Larangan ini diberlakukan pada laga penutup BRI Super League 2025-2026 melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5).
Pertandingan ini sejatinya sudah tidak memengaruhi posisi skuad Macan Kemayoran yang dipastikan finis di peringkat ketiga. Kendati demikian, Persija dipastikan tetap berjuang maksimal demi menutup musim kompetisi dengan kemenangan manis.
Ancaman Sanksi Denda Akibat Pesta Flare
Ketua Panpel Pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, menegaskan bahwa manajemen klub tidak akan menoleransi pelanggaran regulasi. Pria yang akrab disapa Bung Ferry tersebut khawatir aksi suporter justru merugikan finansial tim.
Denda yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin PSSI tidak main-main dan sangat memberatkan operasional klub. Nominal sanksi bisa mencapai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu pertandingan yang melanggar aturan.
“Sekali lagi, regulasinya tetap ada. Saya juga sudah koordinasi dengan Liga. Kata mereka satu flare saja dendanya Rp10 juta dan kalau jumlahnya banyak bisa sampai Rp250 juta,” ucap Bung Ferry.
Momen Penutup Musim Tanpa Pelanggaran Regulasi
Laga pamungkas memang kerap dimanfaatkan para suporter untuk merayakan akhir musim. Bung Ferry mengakui atmosfer nyala api di tribune sebenarnya indah, namun ia tetap melarang keras tindakan tersebut dilakukan di Jakarta.
Menurutnya, The Jakmania harus menunjukkan kedewasaannya dengan mematuhi aturan agar tidak mencoreng citra positif klub, dikutip nismedia.id dari Kompas.com. Perayaan penutup kompetisi dinilai bisa dilakukan dengan cara yang lebih elegan.
“Makanya saya tetap tidak menganjurkan anak-anak melakukan pesta flare,” tegas Bung Ferry.






