Indonesia Resmi Jadi Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031, Bersaing dengan 7 Negara

Indonesia Resmi Jadi Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031, Bersaing dengan 7 Negara
Beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. (laman: sport.sindonews.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) membawa kabar angin segar bagi masa depan sepak bola tanah air dengan mengumumkan Indonesia sebagai calon tuan rumah Piala Asia 2031. Dalam rilis resminya pada Rabu (4/2) siang, AFC memastikan Indonesia masuk dalam daftar elit negara yang berminat menggelar pesta sepak bola terbesar di benua kuning tersebut. Langkah ini menjadi bukti keseriusan PSSI untuk membawa level sepak bola nasional ke panggung yang lebih tinggi.

Meski peluang terbuka lebar, perjuangan untuk menyegel status tuan rumah Piala Asia 2031 dipastikan tidak akan mudah. Indonesia harus bersaing ketat dengan enam kandidat kuat lainnya yang melibatkan total tujuh negara pesaing. PSSI kini dituntut untuk melakukan diplomasi tingkat tinggi guna memenangkan suara para anggota AFC.

Persaingan Sengit Melawan Raksasa Asia

Peta persaingan menuju tahun 2031 terbilang sangat ketat karena diisi oleh negara-negara dengan infrastruktur sepak bola yang mumpuni. Selain Indonesia, negara lain yang resmi mengajukan diri adalah Australia, India, Korea Selatan, dan Kuwait. Selain itu, terdapat satu kandidat yang mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama (joint bid), yakni gabungan negara Asia Tengah yang terdiri dari Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Di tengah persaingan tersebut, satu pesaing kuat dikabarkan telah menarik diri dari perlombaan. Uni Emirat Arab (UEA) yang sebelumnya masuk dalam bursa pencalonan memutuskan untuk mengundurkan diri, sehingga sedikit mengurangi jumlah kompetitor bagi Indonesia.

“AFC juga menjelaskan bahwa salah satu negara mengundurkan diri dari pencalonan tuan rumah ini. Negara yang mundur tersebut adalah Uni Emirat Arab,” tulis laporan tersebut, dikutip nismedia.id dari CNN Indonesia.

Penentuan Di Kongres AFC Ke-35

Presiden AFC, Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menegaskan bahwa proses seleksi ini akan berjalan ketat dan transparan. Penetapan siapa yang berhak menjadi tuan rumah akan dibahas dan diputuskan dalam forum tertinggi, yakni Kongres AFC ke-35 yang dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam kongres tersebut, setiap kandidat akan mempresentasikan kesiapannya, mulai dari infrastruktur stadion, fasilitas pendukung, hingga jaminan keamanan. AFC akan menjajaki kemungkinan terbaik untuk edisi masa depan ini demi menjaga kualitas turnamen.

“Kongres AFC ke-35 untuk menjajaki kemungkinan pengajuan pilihan tuan rumah untuk edisi Piala Asia AFC 2031 dan 2035,” tambah rilis resmi AFC.

Ambisi Tuan Rumah Tunggal

Kepercayaan diri Indonesia untuk maju dalam pencalonan ini sebenarnya sudah didengungkan sejak akhir tahun 2024 lalu. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Indonesia tidak mengajukan diri sebagai tuan rumah pendamping, melainkan sebagai tuan rumah tunggal. Kesiapan infrastruktur pasca menggelar berbagai event internasional menjadi modal utama.

Erick meyakini bahwa fasilitas stadion di Indonesia saat ini sudah memenuhi standar FIFA dan siap menyambut tim-tim terbaik Asia. Diplomasi PSSI ke seluruh anggota asosiasi AFC kini akan menjadi kunci penentu apakah mimpi besar tersebut dapat terwujud pada tahun 2031 mendatang.

“Indonesia memasukkan bidding untuk menjadi tuan rumah tunggal Piala Asia 2031. Dari segi kesiapan panitia pelaksana dan fasilitas stadion berstandar FIFA sudah terpenuhi,” ujar Erick Thohir dalam arsip pernyataannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *