
Nismedia.id - Performa membanggakan ditorehkan atlet tenis meja Indonesia pada ajang ITTF World Masters Championships 2026. Kompetisi yang berlangsung di Gangneung, Korea Selatan, berlangsung sejak tanggal 5 hingga 12 Juni 2026.
Dua medali emas berhasil diamankan oleh perwakilan Indonesia setelah melalui serangkaian pertandingan yang sangat ketat. Kedua gelar tersebut diraih di nomor ganda campuran dan tunggal putra kategori usia lanjut.
Pertandingan final berjalan sangat sengit dan membutuhkan konsentrasi penuh dari setiap atlet yang bertanding. Kedua laga penentuan kemenangan berlangsung hingga lima set, yang menunjukkan keseimbangan kekuatan antara kedua tim yang bertemu. Dukungan dari sesama atlet dan ofisial turut memberikan semangat tambahan bagi para wakil Indonesia.
Dikutip Nismedia.id dari laman wmc2026.ittf.com, hasil resmi menyatakan Indonesia memperoleh dua medali emas pada ajang bergengsi tersebut. Medali pertama berhasil dipersembahkan oleh pasangan Ismu Harinto/Lieng Lieng Agustin Minangmojo di nomor ganda campuran kategori usia di bawah 50 tahun. Sementara satu medali emas lainnya datang dari Tung Desem Waringin di nomor tunggal putra usia di bawah 55 tahun.
Dalam pertandingan final ganda campuran, pasangan Indonesia menghadapi tantangan berat dari tuan rumah Korea Selatan. Mereka berhadapan dengan Jo Yong Hyeon/Kim Sun Ah yang tampil sangat percaya diri di depan pendukungnya sendiri. Pertandingan berjalan sangat berimbang sejak awal hingga memasuki set penentuan terakhir.
Sementara itu, Tung Desem Waringin juga menjalani pertandingan yang tak kalah menegangkan melawan perwakilan Swedia, Niclas Hoegberg. Tung berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 3-2 melalui rangkaian set 11-8, 5-11, 9-11, 12-10, dan 11-7.
Lawannya dikenal memiliki pengalaman luas dan gaya permainan yang sangat variatif di tingkat kejuaraan dunia. Pertarungan berlangsung ketat dengan skor yang selalu berubah di setiap set yang dimainkan.
Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah baru bagi perkembangan tenis meja Indonesia di kategori usia master. Selama ini, Indonesia jarang menorehkan prestasi setinggi ini di ajang resmi yang diakui oleh federasi internasional. Hal ini membuktikan bahwa sistem pembinaan yang diterapkan mulai memberikan hasil yang positif.






