
Nismedia.id - FIFA resmi menunjuk wasit asal Portugal, Joao Pinheiro untuk memimpin laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss. Pertandingan tersebut akan digelar pada 11 Juli mendatang.
Joao Pinheiro baru saja memimpin laga fase grup antara Portugal vs Kanada. Dalam pertandingan itu, ia sempat membuat keputusan yang dianggap kurang tepat oleh banyak pihak. Kritikan mulai bermunculan terkait pelanggaran dan penerapan kartu kepada kedua tim.
Banyak yang mempertimbangkan rekam jejak Joao Pinheiro yang kerap terlibat dalam berbagai insiden kontroversial di ajang bergengsi sebelumnya. Hal ini membuat kekhawatiran muncul bagi pendukung kedua negara yang akan bertanding nanti.
Dikutip Nismedia.id dari media Onefootball, Joao Pinheiro memimpin pertandingan Argentina vs Swiss didampingi Bruno Jesus dan Luciano Maia sebagai asisten wasit. Sementara Drew Fischer akan bertugas sebagai wasit keempat.
Joao Pinheiro memiliki catatan keputusan yang sering menuai protes di berbagai kompetisi Eropa. Salah satu yang paling diingat adalah saat ia memimpin semifinal UCL antara Bayern Munchen berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG) musim lalu.
Pada laga tersebut, ia tidak memberikan pelanggaran kepada pemain PSG di dalam kotak penalti saat skor masih imbang. Tim pelatih dan pemain Bayern Munchen melakukan protes keras karena dianggap seharusnya mendapatkan hadiah penalti, namun keputusannya tidak berubah meskipun telah diperiksa oleh VAR.
Selain itu, ia juga sempat tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Nuno Mendes meskipun pemain tersebut dianggap melakukan pelanggaran taktis yang seharusnya berujung pengusiran.
Joao Pinheiro pernah menjadi sorotan tajam saat memimpin laga antara Porto melawan Sporting CP. Ia memberikan dua kartu kuning yang dianggap meragukan kepada bek tim tamu, Sebastian Coates, sehingga berujung kartu merah yang mengubah jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Keputusan itu sempat membuat suasana di lapangan memanas dan memicu kemarahan besar dari pendukung Sporting CP. Banyak pihak menilai keputusan tersebut sangat mempengaruhi hasil akhir serta peluang tim dalam memperebutkan gelar juara liga musim itu .
Insiden lain yang tak kalah heboh terjadi saat memimpin laga Piala Super Eropa antara PSG melawan Tottenham Hotspur pada Agustus 2025 lalu. Ia justru memberikan kartu kuning kepada Ousmane Dembele saat banyak pengamat berpendapat pelanggaran penalti.
Joao Pinheiro diketahui pernah mengubah keputusannya setelah berdiskusi dengan wasit keempat tanpa alasan yang cukup jelas. Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa ia sering tampil kurang tegas dan memiliki standar penilaian yang berubah-ubah.
Menghadapi pertandingan Argentina melawan Swiss nanti, ia akan dihadapkan pada tekanan yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Kesalahan sekecil apapun berpotensi menjadi bahan perdebatan panjang dan berdampak besar bagi nasib kedua tim di turnamen ini.






