Jorge Jesus Gantikan Roberto Martinez, Pimpin Timnas Portugal Menuju Piala Dunia 2030?

Jorge Jesus Gantikan Roberto Martinez, Pimpin Timnas Portugal Menuju Piala Dunia 2030?
Potret Jorge Jesus yang bakal jad pelatih kepala Timnas Portugal (Instagram: @alnassr)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Perubahan besar sedang terjadi di tubuh Timnas Portugal. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) dikabarkan telah menetapkan pelatih baru untuk menggantikan Roberto Martinez yang mundur setela gugur dari Piala Dunia.

Pelatih asal Portugal, Jorge Jesus dikabarkan menjadi orang yang dipercaya memimpin tim Selecao das Quinas selanjutnya. Ia sebelumnya dikenal sebagai arsitek keberhasilan Al-Nassr di Saudi Pro League 2025-2026.

FPF menargetkan pelatih senior ini mampu membawa tim mencapai prestasi tertinggi pada dua ajang besar mendatang. Fokus utama adalah turnamen Euro 2028 serta Piala Dunia 2030 yang diselenggarakan bersama Portugal, Spanyol, dan Maroko.

Dikutip Nismedia.id dari media A Bola, pemilihan Jorge Jesus merupakan keputusan langsung dari presiden FPF, Pedro Proença. Ia dinilai memiliki pengalaman luas serta kemampuan mengelola tekanan di level tertinggi.

“Perpisahan dengan Roberto Martinez, Proeca bersiap menyambut kedatangan Jorge Jesus,” tulis laporan A Bola dalam judul.

Saat ini, Jorge Jesus berstatus bebas transfer setelah menyelesaikan kontraknya dengan Al-Nassr pada akhir musim 2025-2026. Ia memutuskan untuk tidak memperpanjang kerjasama dengan klub Cristiano Ronaldo dan memilih kembali ke tanah air.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat setelah semua persyaratan administrasi selesai disiapkan. Kesepakatan kerja sama diperkirakan berlaku hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.

Era Roberto Martínez sebagai pelatih kepala Portugal secara resmi telah berakhir setelah mundur di konferensi pers usai laga. Pelatih asal Spanyol itu mulai menjabat pada Januari 2023 menggantikan Fernando Santos.

Jorge Jesus akan menghadapi tantangan berat untuk menyatukan ambisi pemain berpengalaman dan regenerasi pemain muda. Ia harus segera menyusun pola permainan yang cocok dengan karakteristik skuad yang ada.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *