
Nismedia.id - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, secara terbuka pasang badan dan memberikan pembelaan keras terhadap penyerang sayap timnya, Vinicius Junior. Langkah tegas diambil setelah sang pemain mendapat cemoohan dari suporter di Stadion Santiago Bernabeu usai laga matchday pertama Liga Champions 2026/2027 melawan Inter Milan, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah berkat gol Kylian Mbappe dan Federico Valverde, sementara gol balasan Inter Milan dicetak Carlos Augusto. Kendati mengamankan tiga poin penuh, penampilan Vinicius Junior yang dinilai belum optimal memicu reaksi negatif dari publik saat ditarik keluar menjelang akhir laga.
Jose Mourinho Bela Vinicius Junior Karena Etos Kerja Keras
Juru taktik asal Portugal tersebut menilai sang pemain memang belum berada dalam kondisi puncak, tetapi kerja kerasnya di atas lapangan patut diapresiasi. Keterangan tersebut disampaikan Mourinho dalam sesi jumpa pers usai laga, dikutip nismedia.id dari Kompas.com.
“Dia belum dalam performa terbaiknya, dan dia menyadarinya. Tapi dia bekerja keras untuk menjadi Vinicius yang bisa menentukan hasil pertandingan. Meski belum dalam performa terbaiknya, dia bekerja lebih keras dari sebelumnya,” kata Mourinho.
Mourinho menegaskan komitmen penuh untuk terus memberikan dukungan selama pemain asal Brasil itu menunjukkan dedikasi tinggi bagi tim. Sang pelatih memaklumi kelelahan fisik yang dialami anak asuhnya saat menghadapi skema pertahanan rapat lawan.
Apresiasi Untuk Peran Baru Trent Alexander-Arnold
Selain membela lini serang, pelatih berpengalaman tersebut melontarkan pujian kepada Trent Alexander-Arnold yang terpaksa bermain sebagai gelandang tengah. Kebijakan eksperimental ini diambil menyusul krisis pemain akibat skorsing dan masalah kebugaran yang menimpa skuad utama.
“Saya menghargai usaha yang dia lakukan, tapi dengan karakteristiknya, spesifikasi yang dibutuhkan untuk bermain sebagai bek sayap atau gelandang tengah, secara fisik itu benar-benar berbeda,” ujar Mourinho.
Meskipun beberapa kali kehilangan penguasaan bola, adaptasi cepat sang pemain di posisi baru dianggap sebagai bukti profesionalisme tinggi. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Real Madrid untuk menjaga konsistensi persaingan di pentas Eropa.






