Kecam Jose Mourinho Usai Derby Madrid, Diego Simeone: Harus Hormati Wasit

Redaksi NIS Media

21 September 2026

3
menit
Potret Diego Simeone yang kecam Jose Mourinho (Instagram: @versus)
Promo Siap Allegiant

Atletico Madrid berhasil meraih kemenangan berharga saat menjamu Real Madrid di laga Derby Madrid yang berlangsung di Stadion Metropolitano pada Minggu, 20 September 2026. Los Rojiblancos menang dengan skor 2-1 atas rival sekotanya.

Situasi laga semakin memihak tuan rumah sejak menit ke-54 ketika Dean Huijsen diusir wasit dengan kartu merah. Pemain muda Real Madrid itu dianggap melanggar sebagai pemain terakhir saat menjegal Giuliano Simeone. Sejak saat itu, Real Madrid harus bertahan dengan sepuluh pemain sepanjang sisa pertandingan.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho tampak tidak puas dengan kinerja wasit Miguel Angel Ortiz beserta tim VAR. Ia menilai dua pemain Atletico Madrid, Cristian Romero dan Lee Kang-in, seharusnya juga menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut. Ketidakpuasan ini kemudian diluapkannya secara terbuka di konferensi pers usai laga.

“Si wasit tidak berpengalaman memimpin derby. Dia itu baru berusia 41 tahun. Dia itu wasit yang buruk, yang cuma pernah memimpin laga-laga kecil,” ujarnya dalam konferensi pers.

Keputusan wasit yang dimaksud berkaitan dengan insiden melibatkan Cristian Romero yang sempat diusir keluar lapangan, namun kartu merah tersebut diubah menjadi kartu kuning setelah pengecekan VAR. Sementara itu, Lee Kang-in juga lolos dari sanksi berat setelah menerjang pergelangan kaki Federico Valverde tanpa dihukum pelanggaran berat.

Menyikapi pernyataan tersebut, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menyesalkan sikap yang ditunjukkan oleh rekan sejawatnya itu. Ia menegaskan bahwa setiap pihak harus tetap menghormati keputusan wasit terlepas dari hasil yang didapatkan oleh timnya.

“Itu adalah momen-momen dalam pertandingan. Terkadang menguntungkan Anda, terkadang merugikan anda,” ungkap Simeone dikutip Nismedia.id dari Twitter @ESPNFC.

“Ketua dari Badan Wasit menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Cuti [Romero] itu bukan pelanggaran kartu merah. Saya tidak akan membahasnya lebih rinci,” tambahnya menjelaskan alasan di balik keputusan wasit yang sempat diperdebatkan tersebut.

Simeone kemudian menekankan pentingnya menjaga rasa hormat terhadap pihak yang memimpin jalannya pertandingan. “Yang saya pahami adalah soal rasa hormat terhadap wasit. Saya rasa kita harus menjaganya, karena jika tidak, segalanya akan runtuh. Tidak semua hal bisa dibenarkan begitu saja, bahkan jika nama Anda Mourinho,” tegasnya.

Kemenangan ini membawa Atletico Madrid naik ke peringkat kedua klasemen sementara LaLiga dengan mengoleksi 16 poin dari enam pertandingan. Sementara itu, Real Madrid berada di posisi keempat dengan selisih satu poin di bawah rivalnya. Hasil ini semakin mempererat persaingan di papan atas kompetisi musim ini.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa perdebatan ini menunjukkan betapa tingginya tensi dalam laga-laga besar seperti Derby Madrid. Namun, rasa hormat terhadap peraturan dan pihak yang menegakkannya tetap menjadi pondasi utama keberlangsungan olahraga ini. Semua pihak diharapkan dapat menjaga sportivitas di setiap pertandingan yang berlangsung.

Persaingan di LaLiga musim ini diprediksi akan semakin sengit seiring berjalannya waktu. Setiap keputusan dan hasil pertandingan akan sangat menentukan posisi tim-tim besar di klasemen akhir. Para penggemar pun berharap suasana kompetisi tetap terjaga dengan sehat dan sportif hingga musim berakhir nanti.

Tinggalkan komentar

Berita Terkait