
Nismedia.id - Pep Guardiola dipastikan akan mengundurkan diri sebagai manajer Man City pada akhir musim panas tahun ini, usai satu dekade penuh kejayaan bersama The Citizens. Keputusan ini menjadi momen bersejarah, mengingat ia telah mengubah wajah klub menjadi kekuatan dominan di Inggris maupun Eropa.
Meskipun melepas tanggung jawab melatih, nama besar Pep Guardiola tak akan benar-benar pergi dari lingkungan klub. Ia masih akan terikat erat dengan struktur induk, yakni City Football Group, dengan memegang jabatan baru sebagai Duta Global.
Posisi ini disiapkan khusus agar pengalaman dan wawasan Pep Guardiola tetap bisa dimanfaatkan untuk kemajuan seluruh tim yang berada di bawah naungan City Football Group.
Dalam peran barunya itu, pelatih asal Spanyol ini akan bertugas memberikan masukan teknis kepada berbagai klub anggota, serta terlibat dalam proyek pengembangan dan kerja sama strategis. Hubungan yang terjalin selama sepuluh tahun dianggap terlalu berharga untuk diputus begitu saja.
Dikutip Nismedia.id dari akun resmi Instagram @mancity, pengumuman ini disampaikan secara resmi dan terbuka kepada seluruh pendukung dunia. Manchester City pun mengumumkan akan menggelar serangkaian acara khusus dalam beberapa hari ke depan.
Pep Guardiola sendiri menyampaikan pesan perpisahan yang sangat menyentuh hati lewat unggahan tersebut. Kalimatnya langsung menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar maupun pengamat sepak bola.
“Betapa indahnya waktu yang telah kita lalui bersama. Jangan tanya alasan saya pergi. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu ini adalah waktu saya,” ujarnya penuh emosi.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa meski jabatannya berakhir, kenangan dan rasa cinta tak akan pernah hilang. Sekaligus menjadi bukti betapa dalamnya rasa sayang yang ia miliki terhadap klub dan semua elemen di dalamnya.
“Tidak ada yang abadi, jika ada, saya pasti sudah berada di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City,” imbuhnya.
Selama masa kepemimpinannya, Pep Guardiola dikenal dengan gaya kerja yang sangat keras dan tuntutan tinggi. Hal itu pun ia sampaikan dalam pesan perpisahannya.
“Kami bekerja. Kami menderita. Kami berjuang. Dan kami melakukan semuanya dengan cara kami sendiri. Cara kami,” tegasnya.
Selama sepuluh tahun memimpin, ia telah mengantar Man City meraih puluhan trofi bergengsi, termasuk enam gelar juara Liga Inggris dan satu trofi UCL yang sangat dinanti-nanti. Gaya permainan indah dan taktik briliannya menjadikan tim ini acuan bagi banyak klub lain di seluruh dunia.
Pihak manajemen klub pun mengapresiasi semua dedikasi yang telah diberikan. Sekaligus menganggap Pep Guardiola sebagai sosok yang transformatif yang mengubah standar prestasi dan cara bermain sepak bola di Inggris.
Sebagai duta Global, ia akan tetap sering terlihat di stadion Etihad dan terlibat dalam berbagai kegiatan klub. Posisi baru ini menjadi jembatan agar warisan dan nilai-nilai yang ditanamkan terus hidup dan berkembang.






