Kemenpora RI Berikan Klarifikasi Terkait Masalah Pendanaan Atlet Tunarungu di Indonesia

Kemenpora RI Berikan Klarifikasi Terkait Masalah Pendanaan Atlet Tunarungu di Indonesia
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan klarifikasi resmi mengenai prioritas pendanaan atlet tunarungu menyusul maraknya aksi penggalangan dana mandiri di masyarakat. Langkah ini diambil guna meluruskan opini publik terkait keikutsertaan kontingen Indonesia pada ajang Asia Pacific Deaf Multi-Sport di Penang, Malaysia.

Pemerintah menegaskan bahwa pengucuran anggaran negara wajib mematuhi payung hukum yang berlaku serta disalurkan melalui induk organisasi resmi. Ketentuan regulasi tersebut membatasi bantuan finansial langsung kepada lembaga yang belum terkoordinasi secara formal di tingkat internasional.

Aturan Hukum dan Regulasi Pendanaan Atlet Tunarungu

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, menjelaskan bahwa bantuan pemerintah hanya disalurkan kepada organisasi yang berafiliasi dengan lembaga internasional, dikutip nismedia.id dari Skor.id. Ajang di Malaysia diselenggarakan oleh Perhimpunan Olahraga Tuna Rungu Indonesia (Porturin), sedangkan induk resmi yang diakui International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) adalah Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (Patrin).

“Kita tahu bahwa sesuai dengan Undang-Undang Keolahragaan, pendanaan yang secara sah bisa kita berikan adalah kepada organisasi yang memang diakui oleh organisasi internasionalnya,” kata Budi Ariyanto Muslim.

Kebijakan efisiensi anggaran memicu Kemenpora RI untuk memperketat alokasi bantuan finansial demi menjaga akuntabilitas keuangan negara. Pemerintah menyayangkan munculnya persepsi negatif publik seolah negara tidak memberikan perhatian penuh kepada para atlet disabilitas Tanah Air.

Komitmen Pemerintah Terhadap Pengembangan Olahraga Disabilitas

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Surono, menegaskan komitmen pemerintah dalam membina atlet disabilitas yang terus berjuang maksimal mengharumkan nama bangsa. Dukungan nyata dibuktikan lewat torehan prestasi gemilang kontingen Indonesia yang meraih posisi kedua pada ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

“Jadi Kemenpora selalu hadir untuk mendukung prestasi olahraga disabilitas termasuk ke depan yang berkaitan dengan persiapan hingga Paralimpade,” Surono memungkasi.

Pemerintah juga menjalin kemitraan strategis dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia untuk agenda kejuaraan dunia seperti Deaflympic dan Asian Para Games. Selain itu, penyediaan fasilitas pemusatan latihan modern Paralympic Training Center di Karanganyar menjadi wujud konkret kepedulian negara bagi kemajuan olahraga Merah Putih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *