
Nismedia.id - Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, memberikan tanggapan resmi mengenai polemik kenaikan harga tiket pertandingan Persija menjelang laga uji coba kontra Brisbane Roar. Laga persahabatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium pada Sabtu mendatang.
Tanggapan ini disampaikan guna meredam aksi protes dan rencana boikot yang disuarakan oleh kelompok suporter The Jakmania. Pihak manajemen menegaskan komitmennya untuk selalu menjaga hubungan emosional serta sinergi bersama para pendukung setia.
Klarifikasi Manajemen Terkait Harga Tiket Pertandingan Persija Dan Status Suporter
Bambang Pamungkas membantah narasi yang menyebut manajemen menganggap pendukung setia Macan Kemayoran sekadar sebagai customer. Sosok yang akrab disapa Bepe tersebut menekankan bahwa suporter memiliki ikatan historis yang sangat kuat dalam memperjuangkan nama besar Kota Jakarta, seperti dikutip nismedia.id dari Bola.com.
“Saya mewakili manajemen, menyampaikan bahwa yang beredar selama ini The Jakmania adalah customer itu tentu tidak demikian. Kami tentu menganggap The Jakmania sebagai suporter yang sama-sama sejak awal secara historis memiliki ikatan batin yang kuat untuk bertarung atau berjuang atas nama Kota Jakarta,” ujar Bepe.
Selain meluruskan status pendukung, Bepe juga membantah kabar bahwa tarif tiket untuk anggota suporter mengalami lonjakan hingga 70 persen. Manajemen tetap menyediakan alokasi khusus bagi pemegang Kartu Tanda Anggota dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kategori umum.
Tingginya Biaya Operasional Dan Harapan Titik Temu
Legenda sepak bola nasional tersebut mengungkapkan bahwa keputusan penyesuaian tarif terpaksa diambil lantaran tingginya biaya operasional penyelenggaraan pertandingan di ibu kota. Pengeluaran untuk menggelar satu laga di Jakarta bahkan dinilai setara dengan biaya beberapa laga home di kota lain.
“Perlu kita pahami bersama, untuk menjalankan pertandingan di Jakarta itu cost cukup besar, sangat besar bahkan. Kalau boleh dianalogikan, cost itu mungkin bisa untuk melaksanakan pertandingan-pertandingan home di kota lain, mungkin 4 atau 5 kali,” tutur Bepe.
Pihak manajemen mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan pengurus pusat kelompok suporter demi mencari jalan keluar terbaik. Bepe sangat berharap ikatan emosional yang telah terjalin lama mampu menyatukan kembali seluruh elemen tim untuk berjuang bersama di stadion.






