
Nismedia.id - Atlet karate Indonesia, Zaskia Putri Salurante berhasil menaiki podium paling tinggi pada ajang Karate One-Youth League Fujairah 2026. Perlombaan yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 Februari 2026 menghadirkan peserta terbaik dari berbagai negara di dunia.
Zaskia Putri Salurante bersaing dalam turnamen resmi World Karate Federation (WKT) kategori junior kata female dengan menunjukkan performa yang luar biasa di Fujairah, Uni Emirat Arab. Ajang yang digelar di UEA ini menjadi ajang uji kompetensi bagi atlet muda karate tingkat internasional.
Zaskia Putri Salurante tampil dengan fokus tinggi dalam setiap babak pertandingan. Atlet karate Indonesia ini telah melalui serangkaian tahap penyisihan dengan hasil yang memuaskan. Setiap gerakan yang ditampilkan dirancang dengan cermat dan dieksekusi dengan presisi yang tinggi.
Dikutip Nismedia.id dari laman wkf.net, Zaskia Putri Salurante mengalahkan wakil Jepang dengan skor yang cukup signifikan di babak perempat final One-Youth League Fujairah 2026. Permainannya yang solid dan teknik yang matang menjadi kunci keberhasilannya melaju ke tahap selanjutnya. Ia tetap menjaga konsentrasi dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan pertandingan.
Babak semifinal menghadirkan tantangan yang lebih berat bagi Zaskia. Wakil Indonesia ini harus bersaing dengan atlet berbakat dari negara Spanyol yang telah menunjukkan performa impresif sebelumnya. Dia melakukan kombinasi gerakan yang dinamis dan ekspresi yang tepat, Zaskia berhasil mengungguli lawannya dan melaju ke babak final.
Final kategori junior kata female menjadi sorotan utama dalam sesi perlombaan hari itu. Zaskia Putri Salurante berhadapan langsung dengan Wakil Austria, Tamara Lehner. Kedua atlet karate muda itu menunjukkan performa terbaik mereka untuk meraih posisi pertama.
Tamara Lehner membuka pertandingan dengan menampilkan urutan gerakan yang kuat dan terstruktur. Atlet Austria tersebut telah dikenal memiliki teknik yang tepat dan pengalaman yang cukup dalam kompetisi internasional. Ia berhasil mendapatkan nilai yang tinggi dari dewan juri.
Saat giliran Zaskia Salurante untuk menunjukkan kemampuannya di atas tatami. Ia menampilkan urutan gerakan dengan keanggunan dan kekuatan yang seimbang. Setiap langkah dan gerakan tubuhnya menyampaikan pesan yang jelas tentang dedikasi dan kerja keras yang telah dilalui.
Dewan juri yang terdiri dari ahli karate berpengalaman dari berbagai negara memberikan penilaian secara objektif. Setelah melalui proses penghitungan nilai yang cermat, hasil akhir diumumkan kepada seluruh peserta dan penonton. Zaskia Salurante dinyatakan sebagai pemenang dengan selisih nilai yang cukup jelas.
Zaskia berhasil mengalahkan Tamara Lehner yang harus puas menempati posisi kedua. Medali emas menjadi hadiah yang layak untuk usaha dan kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Prestasi ini menjadi bukti kemampuan atlet muda Indonesia di kancah internasional.






