Ketimpangan Finansial Nyata Wolves Degradasi Raih Pendapatan Lebih Besar Dari Inter Milan

Ketimpangan Finansial Nyata Wolves Degradasi Raih Pendapatan Lebih Besar Dari Inter Milan
Potret skuad wolves. (detik.com)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Sebuah fenomena mengejutkan terjadi dalam dunia sepak bola Eropa terkait ketimpangan finansial yang sangat mencolok. Wolverhampton Wanderers yang terdegradasi dari Liga Inggris justru mengantongi pendapatan jauh lebih besar daripada juara Liga Italia, Inter Milan.

Klub berjuluk Wolves tersebut menempati posisi juru kunci klasemen akhir Premier League setelah gagal bersaing dengan Burnley. Meski bernasib nahas, tim yang sempat bangkit di bawah asuhan Rob Edwards ini tetap kebanjiran dana segar dalam jumlah fantastis.

Regulasi Parachute Payment Dan Ketimpangan Finansial

Seperti dikutip nismedia.id dari Kompas.com, tim pesakitan Liga Inggris tersebut dilaporkan bakal menerima dana mencapai 120 juta poundsterling atau sekitar Rp2,8 triliun. Jumlah ini merupakan akumulasi dari distribusi hak siar domestik serta sistem kompensasi komersial resmi.

Uang kompensasi bernama parachute payment tersebut diberikan agar tim yang turun kasta tidak mengalami kebangkrutan ekonomi. Regulasi ketat dari operator liga ini justru memicu sorotan tajam karena nilainya yang dianggap terlampau masif untuk tim degradasi.

Pendapatan Minim Inter Milan Sang Juara Liga Italia

Kondisi sebaliknya justru dialami oleh sang raksasa Serie A, Inter Milan, yang baru saja memastikan gelar scudetto musim 2025/2026. Tim asuhan Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tersebut menyegel posisi puncak setelah unggul sembilan poin dari Napoli.

Namun, klub berjuluk Nerazzurri ini tercatat hanya mendapatkan hadiah sebesar 25 juta poundsterling atau berkisar Rp598 miliar saja. Jumlah tersebut dikonfirmasi mencakup bonus posisi akhir klasemen serta pembagian hak siar televisi di Italia.

“Sebuah tim yang terdegradasi mendapatkan dana lebih besar daripada juara Liga Italia yang setidaknya mengungkap bahwa ada ketimpangan besar di keuangan sepak bola Eropa,” ungkap perwakilan akun @DeadlineDayLive.

Kesenjangan finansial bak langit dan bumi ini tentu menjadi tantangan besar bagi tim asal Milan tersebut. Pasalnya, mereka membutuhkan dana belanja yang jauh lebih besar untuk kembali bersaing di pentas Liga Champions musim depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *