Ketua Jakmania Buka Suara Terkait Insiden Penyerangan Bus EPA Persib

Ketua Jakmania Buka Suara Terkait Insiden Penyerangan Bus EPA Persib
Promo Allegiant

Nismedia.id - Ketua Umum Jakmania, Muhammad Aditya Putra, akhirnya buka suara memberikan tanggapan resmi mengenai peristiwa penyerangan bus EPA Persib di rest area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Pimpinan organisasi suporter tersebut mengutuk keras aksi kekerasan yang diduga melibatkan oknum anggotanya dan meminta aparat mengusut tuntas.

Insiden perusakan tersebut menyebabkan kendaraan rombongan tim muda mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kaca akibat lemparan benda keras. Pihak kepolisian bersama jajaran pengurus suporter kini terus melakukan verifikasi untuk memastikan kronologi lengkap serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian mencekam tersebut.

Tanggapan Ketua Jakmania Atas Penyerangan Bus Persib EPA

Aditya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa tindakan brutal di kawasan jalan tol tersebut sama sekali tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang manapun. Organisasi suporter saat ini sedang bergerak cepat mengumpulkan data demi mendeteksi oknum-oknum yang terlibat dalam aksi perusakan tersebut.

“Dari perspektif manapun, kejadian semalam jelas salah. Kami sedang terus mengidentifikasi siapa yang melakukan,” tulis Aditya melalui unggahan story di akun Instagram pribadinya. Pernyataan tegas tersebut diunggah untuk merespons rekaman video aksi perusakan yang terlanjur viral di media sosial.

“Untuk selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada yang berwenang. Mohon maaf atas apa yang terjadi,” ujar Aditya menambahkan. Pihak pengurus menegaskan tidak akan melindungi para pelaku penyerangan dan menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Imbauan Penahanan Diri Dan Penanganan Hukum

Manajemen Persib Bandung juga merespons insiden kelam ini dengan mengecam segala bentuk kekerasan yang membahayakan keselamatan personel mereka. Pihak klub mengimbau seluruh elemen pendukung agar tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh suasana.

Peristiwa penyerangan ini diduga terjadi saat rombongan oknum suporter dalam perjalanan pulang usai memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya di Yogyakarta. Rombongan tersebut kemudian tidak sengaja berpapasan dengan bus tim lawan di rest area jalan tol.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif serta mengamankan para pelaku perusakan. Koordinasi intensif antara pihak kepolisian, manajemen klub, dan pengurus suporter terus dilakukan agar situasi di lapangan tetap kondusif pasca-kejadian.

Sumber: CNN Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *