Kondisi Terkini Pelaku yang Lempar Petasan ke Emil Audero di Laga Cremonese vs Inter Milan

Kondisi Terkini Pelaku yang Lempar Petasan ke Emil Audero di Laga Cremonese vs Inter Milan
Potret Emil Audero usai insiden petasan (Instagram: @uscremonese)
Promo Allegiant

Nismedia.id - Pertandingan Serie A 2025-2026 antara Cremonese vs Inter Milan di Stadion Giovanni Zini diwarnai pelemparan petasan kepada Emil Audero. Kiper tuan rumah yang kebobolan 2 gol mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dengan petasan yang membuatnya terpaksa mendapatkan perawatan medis.

Pada awal babak kedua, Emil Audero dilempari petasan oleh sebagian pendukung Inter Milan meledak dekat area penalti Cremonese dan mengenai kaki Audero. Kiper berkewarganegaraan Indonesia-Italia itu mengalami luka bakar ringan dan tampak terkejut bahkan sempat berguling untuk menghindari petasan itu. 

Beruntungnya, Emil Audero tetap mampu melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan singkat. Setelah insiden itu, pertandingan berjalan dengan lebih tenang. Cremonese mencoba meningkatkan intensitas permainan untuk mencari gol pembalasan namun masih belum berhasil. 

Laga pekan ke-24 Serie A 2025-2026 tersebut tidak luput dari insiden mengkhawatirkan yang terjadi pada menit ke-48. Sebuah petasan yang dilempar dari tribun pendukung Inter Milan meluncur ke lapangan dan meledak tepat di dekat posisi kiper Cremonese berdarah Indonesia, Emil Audero.

Ledakan keras yang diikuti asap tebal seketika memenuhi area gawang. Hal ini membuat pandangan para pemain dan wasit terbatas, sehingga pertandingan harus dihentikan sementara waktu selama sekitar tiga menit.

Emil Audero sempat jatuh ke tanah dan menunjukkan adanya masalah pada telinganya serta bagian kaki. Setelah mendapatkan perawatan medis di lapangan, kiper berusia 29 tahun tersebut menunjukkan mentalitas baja dengan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Petasan yang menjadi buntut insiden tersebut ternyata berasal dari oknum suporter Inter Milan yang bertindak secara sepihak. Laporan dari media Italia menyebutkan bahwa pelaku mengalami konsekuensi fatal ketika mencoba melempar petasan kedua.

Pelaku tersebut mengalami kehilangan tiga jari tangan akibat ledakan petasan yang tidak berhasil dilempar. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan telah diidentifikasi oleh pihak berwenang dengan ancaman penangkapan serta larangan masuk stadion seumur hidup.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini telah mengambil alih penyelidikan terkait insiden ini. Badan disiplin liga berpotensi menjatuhkan sanksi berat, termasuk larangan seluruh suporter Inter Milan untuk mengikuti laga tandang pada putaran berikutnya.

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah pertandingan berakhir. Beppe Marotta mengutuk tindakan tersebut secara tegas dan menyatakan bahwa sepak bola harus terlepas dari aksi hooliganisme semacam ini. Serta memberikan apresiasi tinggi kepada Emil Audero atas sikap profesionalnya yang tetap mau melanjutkan pertandingan.  

Emil Audero yang pernah bermain untuk Inter Milan pada musim 2023-2024 sebelum pindah ke Cremonese pada bursa transfer musim panas 2025-2026. Kiper Timnas Indonesia ini sempat bermain ke Sampdoria, Como, Palermo, dan kembali ke Como pada 2024-2025. 

Usai berita insiden menyebar luas, akun Instagram resmi Inter Milan langsung menjadi target kemarahan netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang meninggalkan komentar menyalahkan klub karena tidak mampu mengendalikan perilaku oknum suporternya seperti dikutip Nismedia.id dari Instagram @inter.

Banyak netizen Indonesia yang mengirim stiker petasan dan AC Milan di kolom komentar beberapa postingan terakhir Inter Milan. Bahkan ada yang menyamakannya dengan Liga Indonesia yang dipenuhi dengan tarkam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *