
Nismedia.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi melakukan peluncuran Buku Sports Intelligence guna menjawab tantangan zaman. Acara bedah literatur ini diselenggarakan secara terbuka di Auditorium Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Inovasi terbaru ini menjadi langkah taktis untuk memajukan prestasi skuad Merah Putih di kancah internasional. Pengelolaan olahraga modern kini menuntut pendekatan data dan teknologi canggih guna berjuang maksimal mengamankan gelar juara.
Gagasan Utama Dalam Buku Sports Intelligence
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menjelaskan bahwa karya literatur ini bukan sekadar bacaan akademik biasa. Gagasan tersebut sudah dirintis sejak awal masa kepemimpinannya demi memperbaiki ekosistem pembinaan olahraga nasional.
Berita inovatif ini dikutip nismedia.id dari Bola.com berdasarkan pemaparan langsung dalam acara peluncuran tersebut. Sang pimpinan menyadari bahwa kemenangan atlet masa kini tidak lagi mutlak bergantung pada kekuatan fisik di arena pertandingan semata.
Kolaborasi antara sports science konvensional dengan big data kini menjadi otak strategis yang wajib dikuasai oleh setiap federasi. Pihaknya siap menjadi motor penggerak utama dalam menerapkan inovasi digital ini demi kejayaan olahraga Indonesia.
“KONI Pusat, bersama seluruh jajaran di daerah dan induk organisasi cabang olahraga, memposisikan diri sebagai tulang punggung operasional dalam implementasi ini,” terang Norman.
Implementasi Taktik Otak Strategis Di Lapangan
Karya setebal 500 halaman ini disusun oleh empat penulis utama, termasuk Ketua Tim Penulis sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Sports Intelligence KONI Pusat, Eman Sungkowo. Pemahaman mendalam mengenai taktik lawan menjadi fondasi utama.
Informasi yang akurat diyakini mampu memandu para pelatih dan atlet untuk merumuskan strategi jitu saat bertanding. Namun, seluruh gagasan revolusioner ini dipastikan membutuhkan tahapan adaptasi yang terukur.
“Intelijen olahraga merupakan bentuk pemanfaatan informasi strategis dalam olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang Eman.
Ia juga menegaskan bahwa konsep kecerdasan berbasis data ini tidak akan memberikan dampak optimal tanpa adanya regulasi pendukung. Sistem modern ini harus diterapkan secara bertahap dan terintegrasi di setiap tingkatan pembinaan.
“Sports Intelligence tidak akan berguna kalau tidak diterapkan dalam kebijakan. Dalam pelaksanaannya kita butuh tahapan, tidak bisa diterapkan secara mendadak,” tutupnya






