Kontroversi Kylian Mbappe Di China Mengancam Pemasukan Dan Sponsor Real Madrid

Kontroversi Kylian Mbappe Di China Mengancam Pemasukan Dan Sponsor Real Madrid
Promo Allegiant

Nismedia.id - Kontroversi Kylian Mbappe di China memicu kekhawatiran besar bagi manajemen Real Madrid setelah pemutusan sejumlah kerja sama komersial melanda sang penyerang. Klub raksasa Spanyol tersebut berpotensi kehilangan potensi pemasukan finansial yang cukup signifikan di kawasan Asia. Masalah ini bermula dari respons sang pemain terhadap sebuah meme yang melibatkan mantan pemimpin China, Mao Zedong.

Daya tarik komersial para pemain bintang selama ini menjadi salah satu pilar utama pendapatan finansial Los Blancos. Keretakan hubungan bisnis antara Mbappe dan mitra komersialnya secara langsung berdampak pada porsi pembagian hasil yang menjadi hak klub. Manajemen klub kini harus bergerak cepat untuk membatasi dampak kerugian komersial yang terus meluas.

Dampak Kontroversi Kylian Mbappe Terhadap Kerja Sama Sponsor

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, diperkirakan mengantongi pendapatan sekitar 30 juta euro per tahun dari berbagai kontrak iklan komersial. Angka fantastis tersebut menempatkan dirinya sebagai salah satu pesepak bola dengan nilai jual tertinggi di dunia saat ini. Namun, posisi kuat tersebut kini terguncang setelah tiga perusahaan besar asal China menghentikan kerja sama secara sepihak.

Tiga perusahaan besar tersebut adalah Dongpeng Beverage, Mengniu, dan Milkground yang memilih mengakhiri hubungan bisnis dengan sang pemain. Keputusan tegas tersebut diambil sebagai bentuk reaksi atas tindakan sang bintang di media sosial. Langkah pemutusan hubungan kerja sama komersial ini secara otomatis menghentikan aliran dana sponsor yang bernilai besar.

Real Madrid sendiri umumnya mendapatkan jatah 50 persen dari pendapatan image rights atau hak citra setiap pemain yang direkrut. Meski Mbappe berhasil memenangkan negosiasi untuk mempertahankan porsi pendapatan yang lebih besar, klub tetap mengantongi persentase dari setiap kesepakatan komersial. Berakhirnya kontrak sponsor tersebut dipastikan bakal memangkas potensi pemasukan bersih yang masuk ke kas klub.

Potensi Kerugian Penjualan Merchandise Dan Hak Siar La Liga

Ancaman kerugian tidak hanya berhenti pada sektor sponsor pribadi sang pemain, tetapi juga merembet ke penjualan merchandise resmi. Pasar China menyumbang sekitar 15 persen dari total penjualan jersey Real Madrid di seluruh dunia. Saat ini, jersey bernomor punggung 10 milik Mbappe menjadi produk yang paling diminati oleh para penggemar di kawasan tersebut.

Gerakan boikot yang meluas di kalangan masyarakat China berpotensi menurunkan minat pembeli terhadap berbagai suvenir resmi klub. Jika penolakan publik terus berlanjut, daya serap pasar terhadap produk-produk Los Blancos dipastikan bakal merosot tajam. Situasi ini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan bisnis klub di wilayah Asia Timur.

Krisis komersial ini makin memuncak setelah stasiun televisi nasional China, CCTV, memutuskan untuk menghentikan penyiaran pertandingan La Liga. Kendati Mbappe telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, pihak stasiun televisi menilai langkah tersebut belum cukup untuk mencabut kebijakan boikot. Presiden La Liga, Javier Tebas, kini tengah intensif melakukan dialog untuk memulihkan hubungan diplomatik dan bisnis di kawasan tersebut.

Sumber: Madrid Universal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *