Kylian Mbappe Beri Tanggapan Menohok Soal Tren Meme Viral Berseragam Militer

Kylian Mbappe Beri Tanggapan Menohok Soal Tren Meme Viral Berseragam Militer
Promo Allegiant

Nismedia.id - Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, secara terbuka memberikan tanggapan tajam mengenai fenomena meme diktator yang belakangan ini viral di media sosial. Bintang asal Prancis tersebut menilai tren sindiran ini mencerminkan kurangnya kesadaran politik serta kemanusiaan pada sebagian masyarakat.

Meme yang menampilkan dirinya mengenakan seragam militer tersebut diduga muncul akibat besarnya pengaruh sang pemain di level klub. Selain itu, kehebohan ini juga disinyalir berkaitan dengan persoalan hukum penggunaan nama sang pesepak bola secara komersial.

Sudut Pandang Sang Pemain Soal Meme Diktator Kylian Mbappe

Dalam wawancara terbaru, dikutip nismedia.id dari Bola.net, Mbappe mengaku memahami sisi humor dari lelucon internet tersebut. Namun, pesepak bola berusia 27 tahun itu menegaskan bahwa perbandingan dengan tokoh otoriter masa lalu menyentuh ranah yang sangat sensitif.

“Sebagian memang lucu karena Anda merasa bahwa bagi sebagian orang, ini semua hanya untuk bersenang-senang. Tetapi ada juga bagian yang tidak terlalu lucu, karena kita tahu kerusakan yang telah ditimbulkan orang-orang seperti ini sepanjang sejarah,” kata Mbappe.

Lebih lanjut, mantan penyerang Paris Saint-Germain tersebut merasa tidak pernah melakukan tindakan kejam yang merugikan banyak orang. Ia berharap publik tetap dapat membedakan antara batasan hiburan semata dengan sejarah penderitaan kemanusiaan.

Sikap Kylian Mbappe Menanggapi Julukan dari Ousmane Dembele

Selain membahas lelucon di media sosial, Mbappe turut merespons julukan Mobutu yang disematkan oleh rekan setimnya di Tim Nasional Prancis, Ousmane Dembele. Panggilan tersebut merujuk pada sosok mantan pemimpin Republik Demokratik Kongo, Mobutu Sese Seko.

“Ousmane memang berbeda. Dia menemukannya di media sosial! Dia hanya sedang bercanda,” ujar Mbappe sambil tersenyum.

Penyerang bertubuh jangkung itu mengaku tidak mempermasalahkan kelakar dari kawan dekatnya tersebut. Menurutnya, sindiran rekannya murni bagian dari gurauan internal antarpesepak bola tanpa maksud merendahkan pihak mana pun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *